|
Tidak bisa dipungkiri penguasaan bahasa asing adalah modal utama untuk
berkompetisi. Di dunia yang main terbuka seperti saat ini tidak bisa
tidak, bahasa menjadi hal utama. Namun tidak semua orang bisa
melakukannya. Bagaimana triknya. Guru Besar Fakultas Ekonomi
Universitas Kristen Indonesia, Prof Dr Roy Sembel yang telah malang
melintang dalam dunia pendidikan menyebutkan banyak hal yang perlu
dipersiapkan untuk bisa menguasai bahasa asing. yang utama katanya
adalah totalitas.
Selain totalitas, persiapan emosi juga penting. Emosi positif ini akan membantu untuk tetap bertahan melawan berbagai kendala yang muncul di tengah proses belajar (misalnya: rasa bosan, kesulitan memahami apa yang kita baca dan kita dengar). Untuk menumbuhkan emosi positif, perlu dicari tahu kaitan bahasa asing yang akan di pelajari tersebut dengan hal-hal yang membuat enjoy. Singkatnya, perlu dipikirkan tahu apa yang bisa memotivasi kita untuk menyenangi bahasa yang akan dipelajari.
Misalnya, jika ingin belajar bahasa Italia, mungkin bisa memulainya dari hal-hal yang disenangi tentang Italia—masakannya, daerah-daerah wisata di Italia, ataupun beberapa kenalan yang ada di Italia. Demikian juga, jika ingin belajar bahasa Inggris, mungkin mengaitkannya dengan kebutuhan untuk mendapat beasiswa belajar di negeri yang berbahasa Inggris, atau dengan keinginan kita untuk memahami informasi yang dianggap penting serta menarik yang ditulis dalam bahasa Inggris.
Selanjutnya, juga perlu melakukan persiapan mental. Pastikan tujuan belajar bahasa asing yang jelas (untuk apa, kapan, kepada siapa kita menggunakan bahasa asing yang akan kita pelajari tersebut). Tujuan ini mencakup tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek.
Bahasa mencakup aspek yang sangat luas. Tujuan akan membantu kita untuk menyusun prioritas dan strategi dalam belajar. Prioritas akan sangat berguna untuk memilih keterampilan komunikasi mana yang ingin kita asah terlebih dulu, kosa kata bidang apa yang harus kita pahami terlebih dulu, struktur dan tata bahasa yang mana yang perlu kita pelajari lebih dulu. Strategi akan sangat berguna bagi kita untuk memperpendek waktu belajar dan mengintensifkan hasil belajar.
Misalnya, jika kita ingin belajar bahasa asing untuk tujuan akademis (meneruskan pendidikan di negeri tempat bahasa tersebut digunakan), tentunya kita akan menyusun strategi untuk memprioritaskan pemahaman bahasa di bidang akademis—bagaimana memahami kuliah, kosa kata di topik apa saja yang terkait dengan perkuliahan yang akan kita ambil, struktur bahasa yang diperlukan untuk menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, terlibat dalam diskusi, dan menyusun karya tulis (paper).
Jika kita ingin belajar bahasa asing untuk menunjang pekerjaan kita dalam membina hubungan bisnis ekspor-impor dengan klien di luar negeri, kita perlu memfokuskan pembelajaran kita pada cara bernegosiasi, cara memberikan presentasi produk ataupun promosi produk baik secara tertulis maupun secara lisan dalam bahasa asing yang menjadi target pembelajaran kita.
Belajar bahasa adalah belajar sebuah keterampilan. Belajar sebuah keterampilan memerlukan latihan fisik yang intensif dan benar. Seperti juga belajar piano, menyetir mobil, ataupun belajar karate, belajar bahasa juga memerlukan latihan yang rutin yang melibatkan aktivitas fisik. Untuk hasil yang efektif, latihan ini perlu dilakukan setiap hari. Latihan ini meliputi latihan pengucapan, latihan mendengar, latihan membaca, serta latihan menulis dengan menggunakan bahasa sasaran.
Urutan Belajar
Menurut riset di bidang neurolinguistik belajar bahasa perlu dilakukan dengan urutan yang benar, yaitu dari mendengar, berbicara, membaca, lalu menulis. Pastikan agar mendapat input lisan dulu sebelum melihat bagaimana kata-kata atau kalimat tersebut dituliskan. Jika mendengar sambil melihat tulisannya, pengucapan dalam bahasa asing tersebut akan cenderung terpengaruh dengan pola kebiasaan membaca kata-kata yang tertulis. Jadi, sebelum melihat bagaimana bahasa asing itu ditulis, mulailah dengan mendengarkan bagaimana bahasa tersebut diucapkan.
Gunakan berbagai alat bantu untuk membantu memahami apa yang kita dengar, misalnya kaitkan apa yang kita dengar dengan gambar yang ada, atau bahasa tubuh dari si pembicara. Lalu, coba tirukan tiap kalimat yang diucapkan. Setelah bisa memahami input lisan, kita perlu mencobanya sendiri untuk mengucapkannya. Selanjutnya, kita boleh membaca/melihat bagaimana input tersebut dituliskan. Dan terakhir, kita bisa mulai mempraktikkan bagaimana menuliskan input tersebut.
Belajar bahasa yang efektif perlu dilakukan secara rutin, lebih sering dipraktikkan. Jika belajar bahasa asing di negara sendiri, kita perlu menyisihkan waktu paling sedikit 45 menit sampai satu jam dalam sehari untuk mengekspos fisik, mental, dan emosi kita untuk berlatih menggunakan bahasa tersebut, baik dalam sesi belajar mandiri maupun belajar bersama. Jika tekun melakukan hal ini, paling cepat dalam waktu delapan sampai dua belas bulan, kita sudah bisa melihat hasil yang positif dalam kelancaran berbahasa.
Alat bantu belajar juga penting untuk mendapatkan hasil yang positif. Selain buku-buku dan gambar, bisa mencoba alat bantu berbasis multimedia, yang memberikan keuntungan melihat bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam dialog, mimik muka, dan bahasa tubuh yang menyertai penggunaan bahasa, konteks bahasa tersebut digunakan. Alat bantu belajar lainnya adalah kamus dan tesaurus, yakni kamus yang memberikan kata-kata alternatif untuk digunakan.
Penggunaan flash cards—kartu-kartu kecil yang bisa berisi kata baru dan bagaimana kata tersebut digunakan dalam kalimat, yang bisa dibawa ke mana-mana, dalam kantung baju, kantung celana, ataupun dalam tas. Jika sedang menunggu, flash cards bisa dikeluarkan untuk belajar kata-kata baru dan kalimat baru.
Strategi Belajar
Belajar, seperti juga kegiatan lainnya, juga perlu strategi yang benar. Setiap orang bisa memilih strategi belajar yang terkait dengan gaya belajar dan kepribadian masing-masing agar nyaman. Jika kita adalah orang yang lebih mudah belajar di waktu malam atau di tempat yang memerlukan ketenangan, terutama dalam belajar mandiri, pilihlah waktu dan tempat yang sesuai dengan gaya belajar kita. Tujuannya agar hasil belajar kita lebih optimal. (*/net)
|