Saat ini ada 2 tamu online
JK : Orang Minang Harus Kembali ke Khitoh pdf  | cetak |
Minggu, 12 Oktober 2008
Image Wakil Presiden Jusuf Kalla memukul Gong sebagai tanda dibukanya perhelatan SSM II 2008. (Baca Beritanya di halaman 9)

PADANG, METRO-- Silaturahim Saudagar Minang (SSM) II yang dihelat selama tiga hari sejak Jumat (10/11) hingga Minggu (12/11) bukan untuk investasi Sumbar, tapi lebih mengembalikan semangat pengusaha orang Minang ke khitohnya. Orang Minang harus membangkitkan spirit entreprenuershipnya kembali. Hal ini dikemukakan wakil presiden Jusuf Kalla saat pembukaan Silaturahim Saudagar Minang di Pangeran Beach Hotel, Sabtu (11/10). Orang Minang, kata Jusuf Kalla bukan mengalami kemunduran, hanya saja daerah lain yang maju lebih pesat.

“Kultur Minang sebagai saudagar harus terus dijaga. Orang Minang tidak jauh beda dengan Bugis, Banjar, Aceh, Ponorogo yang bersemangat entreprenuership. Sekarang yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan dari dalam semangat itu lagi. Orang Minang tidak mundur, hanya suku lain saja yang lebih maju,” kata Jusuf Kalla (JK) Dalam pidato tanpa teksnya di hadapan 1200 saudagar Minang, JK nyeletuk soal perbedaan saudagar Minang dan saudagar China. Dia mengaku  terusik dengan penyataan saudagar Minang maju selangkah dibanding orang China.

“Saya terusik saat didatangi sejumlah saudagar Minang. Mereka bercerita bahwa mereka selangkah lebih maju dari pengusaha China. Saya bilang selangkah lebih maju gimana? Mereka lalu bilang kios mereka selangkah lebih maju dari toko orang China,” katanya sambil tertawa. Pernyataan selangkah lebih maju dari orang China yang dimaksud JK merujuk pada banyaknya orang Minang yang menjadi Pedagang Kaki Lima. Dia menyarankan saudagar Minang agar sejajar dengan toko orang China.

Saudagar, Selamatkan Indonesia

Pada kesempatan itu, JK meminta saudagar menyelamatkan Minang Indonesia dari dampak krisis keuangan yang sedang melanda AS saat ini. Menurutnya tidak ada kemajuan bangsa tanpa kebangkita dunia usaha. Budaya kesaudagaran Minang harus disatukan untuk kemajuan bangsa.

“Tidak ada bangsa manapun yang bisa berkembang, tanpa kemandirian. Kemandirian butuh keberanian, dan itu bermula dari entreprenuership,” imbuhnya. Menyoal krisis keuangan yang terjadi di AS saat ini, JK mengakui pastinya memiliki dampak terhadap perekonomian Indonesia. Tapi dipastikan tidak terlalu besar, pasalnya kondisi krisis saat ini berbeda dengan krisis ekonomi yang pernah dihadapi 1997 lalu.

Tahun 1997 jelasnya yang mengalami krisis hanya Indonesia saja, sehingga bangsa ini masih bisa meminta bantuan kepada negara lain. Namun saat yang krisis adalah Amerika dan dunia. Maka jawabannya mengatasinya adalah dengan kemadirian. Indonesia saat ini diuntungkan dengan krisis.  Kapitalisasi bursa di Indonesia hanya 20 persen, itupun 18 persen diantaranya dimainkan orang asing. Hanya 2 persen saja orang Indonesia yang pemain saham.

“AS itu semua penduduknya main saham, kita hanya 2 persen. Yang jual-jual saham itu kan orang asing semuanya, kita tidak masalah. Ini malah keselamatan kita untuk beli saham itu kembali dengan harga murah malahan. Akibat krisis ini tidak terlalu besar. Ada masalah, benar. Tapi kita punya kekuatan yaitu para saudagar,” tambahnya. JK hadir didampingi istrinya Mufidah Kalla, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Ketua Apindo Sofyan Wanandi, Ketua HIPMI Erwin Aksa, dan mantan menteri tenaga kerjan era Orba, Abdul Latief. Saat pembukaan itu jugab hadir gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, bupati/walikota se-Sumbar dan kepala SKPD. (nto)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif