Saat ini ada 2 tamu online
Dari Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Kota Payokumbuah, Komitkan Pelayanan Masyarakat Bebaskan Pungli pdf  | cetak |
Minggu, 12 Oktober 2008
BENAR-benar komitmen demi masyarakat. Itulah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali kepada seluruh masyarakatnya. Pendidikan, kesehatan gratis sampai kepada pengurusan surat-surat izin pun dipermudah sehingga terhindar dari kemungkinan pungutan liar serta katebelece yang justru menyulitkan bagi birokrasi yang jujur dan berwibawa.
“Anda Memasuki Kawasan Bebas Pungli.” Itulah satu-satunya plang reklame Pemkab Jembrana sesaat akan memasuki kawasan Kantor Bupati Jembrana yang luas dan apik. Plang putih bertuliskan huruf tegas dan berhuruf merah itu sangat menyita perhatian enam anggota DPRD Kota Payokumbuah, Komisi A yang terdiri dari Ketua Komisi A Dedrizal, Wakil Ketua Syafril SIQ SAg, Sekretaris Yohandriwati SSos, serta anggota Mirwan SH, Syukri Yusuf BSc dan Erlindawati SPd.

Bersama dewan, juga ikut serta mitra kerja, Camat Payokumbuah Timur Dafrul Pasi SIP, Camat Payokumbuah Barat Mai Aidil SSos, Unit Pelayanan Satu Pintu Yusril Yazid SH, Administrasi Umum Setdako Firdaus serta pendamping Sekwan. Saat memasuki areal parkir Bupati, tim Komisi A sontak kaget, sebab kendaraan dinas Bupati Jembrana Prof Dr drg I Gede Winasa hanya sedan lama tahun ’70-an.

“Ini kebetulan bapak-bapak datang hari Senin. Kalau hari lain, pak Bupati pakai hardtop lo untuk kendaraan dinasnya,” papar Asisten Sekda I Jembrana Drs Anak Agung Gede Putra MSi. Para anggota Komisi A bersama mitra kerja dibuat manggut-manggut.

Jembrana, kabupaten miskin yang mengandalkan pendapatan asli daerahnya dari hasil pertanian sawah, perkebunan dan peternakan. Sejak masuk ke Jembrana melalui Denpasar sekitar 3 jam perjalanan, kabupaten terujung Barat di Pulau Bali ini memiliki luas daerah 841,80 km2 atau 84.180 Ha yang sama dengan 14,94 persen dari luas Pulau Bali secara keseluruhan.
Saat ini, jumlah penduduk Jembrana berdasar data 2007  berjumlah 263.791 jiwa dengan kepadatan 309 jiwa/km2. Jumlah penduduk per dokter sebanyak 3300, jumlah penduduk per bidan 2.519, jumlah murid per guru 15, jumlah kelompok tani dan nelayan 568, koperasi sebanyak 102. Jembrana dibagi dalam wilayah administratif, 5 kecamatan, 41 desa, 10 kelurahan, 209 dusun, 35 lingkungan, 64 desa adat/desa pekraman dan 261 Banjar Adat.

Potensi daerah ini yang sangat minus daerah tujuan wisata menjadikan masyarakatnya tertinggal secara ekonomi jauh dibandingkan Kota Denpasar dan kabupaten lainnya di Bali. Penggunaan lahan di Jembrana pun hanya 7,79 persen lahan sawah, 92,11 persen lahan kering dan lain-lain 0,09 persen. Jadi meski lebih terkenal sebagai kawasan pertanian, namun pemanfaatannya pun sangat minim.

Jadi Terkenal

Sejak dipimpin oleh Bupati yang Profesor ini, Jembrana langsung menggeliat. Berbagai kebijakan publik yang sangat prorakyat dilakukannya. PAD yang kecil ternyata tidak menghambat Jembrana untuk membebaskan uang sekolah bagi para siswa. Malah bantuan buku ddialirkan bagi setiap siswa.

Anak Agung Gede Putra menjelaskan saat mewakili Bupati menyambut tim Komisi A, bahwa komitmen pemerintah ini menjadikan PAD kian tahun kian meningkat. Rupanya, ujar Asisten I rakyat sangat merasakan komitmen pemerintah menyejahterakan mereka menjadikan spirit berusaha ikut terbangkitkan. Tahun 2005 APBD Jembrana sebanyak Rp.234.957. 648.400,- dengan PAD hanya Rp.   10.474.690.000, sementara di Tahun 2006 APBD  meningkat Rp.339.300.329.908 dengan PAD Rp.11.202.092.565.

Di tahun 2007 APBD  makin kuat Rp.402.145.893.653,90 dengan PAD Rp.14.989.351.825,- dan di 2008 APBD tercatat Rp.451. 202.711.579,-dengan PAD Rp.15.700.000.000,- “Kenaikan APBD yang mencapai persentase sampai 700 persen dan PAD yang naik secara drastis 600 persen sejak tahun 2000 lalu, membuktikan komitmen kerja seluruh aparatur di Jembrana terbukti mampu menyejahterakan masyarakat,” ujar Anak Agung Gede Putra.

Belajar dari Jembrana, Anak Agung Gede Putra bersemangat menyentak sisi keunggulan daerahnya. Komisi A bersama mitra pemerintah Kota Payokumbuah yang mendengarkan pemaparannya ikut takjub. “Ternyata, bisa ya...?” ungkap mereka serentak mencoba mengartikan komitmen Jembrana.

“Kecil, miskin tapi mampu berbuat,” positivisme ini menjadikan pemerintah dan masyarakat tersatukan. Jembrana, kemudian sejak periode kedua kepemimpinan I Gede Winasa menjadi tujuan wisata pemerintahan dalam konteks pembelajaran. Sehingganya, saat Komisi A DPRD Payokumbuah datang berkunjung, tercatat dua kunjungan lainnya di hari yang sama.

Beragam bentuk Efisiensi dilakukan Pemkab Jembrana. Mulai dari pemangkasan sistem birokrasi, sampai kepada regrouping atau penggabungan sekolah dan puskesmas yang sedikit pesertanya. Hasil regrouping ini dilaporkan telah mampu menghemat Rp3,3 miliar anggaran yang kemudian dapat dialihkan ke kegiatan pembangunan lainnya.(*)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif