|
Suasana Libur Lebaran Mulai Sepi, PKL MusimanEnggan Pindah |
pdf
|
| cetak |
|
|
Minggu, 12 Oktober 2008 |
|
SUDIRMAN, METRO-- Berakhirnya masa liburan lebaran kali ini,
kondisi Kota Bukiktinggi yang sebelumnya ramai dikunjungi oleh
wisatawan bahkan sampai menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan
dalam Kota, Minggu (12/10) kondisi tersebut sudah mulai berubah seperti
semula, dimana arus lalulintas sudah lancar kembali.
Walaupun demikian, pedagang kaki lima (PKL) yang sifatnya musiman masih memenuhi tempat yang pada dasarnya sudah dilarang. Berdasarkan pengamatan POSMETRO sepanjang Minggu (12/10) kemarin, kondisi Kota Bukiktinggi terutama di tempat keramaian seperti di sekitar jam gadang pasa ateh dan beberapa objek wisata sudah mulai sepi ditinggalkan pengunjung yang sebelumnya, seolah Bukiktinggi tidak bisa menampung pengunjung yang begitu banyak.
Kenyataannya sekitar H +10 lebaran tahun ini, walaupun merupakan hari terakhir anak sekolah libur, namun di Bukiktinggi kondisinya bisa dikatakan sudah kembali normal. Seiring dengan mulai sepinya pengunjung Kota Bukiktinggi, namun beberapa PKL musiman yang menempati tempat yang sudah dilarang oleh Pemko Bukiktinggi dan berada di jalur hijau, seolah enggan untuk meninggalkan tempat mereka berjualan yang sudah meraup untung besar selama ramai dikunjungi masa liburan lebaran lalu.
Selain itu, beberapa tempat parkir khususnya roda dua yang awalnya disediakan karena memang kondisinya memaksa, masih terus di buka di tempat yang tidak strategis, seperti di depan jam gadang pasas ateh Bukiktinggi yang juga sebagai salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalulintas di pasa ateh.
Hal ini juga dikeluhkan oleh Badri (58), salah seorang warga Bukiktinggi yang menyatakan, kalau memang pada masa liburan lebaran kemarin Pemko membuka parkir khusus untuk roda dua di depan jam gadang atau persisnya di depan rumah makan Simpang Raya bisa dimaklumi. Tapi kenyataannya, kondisi Bukiktinggi sudah mulai sepi, sebaiknya Pemko kembali pada aturan semula agar Kota tidak semakin semraut.
”Dalam hal ini, sebaiknya Pemko sudah mulai bisa berbuat tegas untuk menertibkan parkir dan PKL yang berada tidak ditempatnya, karena kalau hal itu dibiarkan sudah pasti akan berlarut-larut dan sangat susah untuk dikembalikan pada kondisi semula yang buntut-buntutnya akan terjadi pada pihak merasa dirugikan seperti dari pedagang,”ujarnya menilai dengan berpatokan pengalaman yang terjadi selama ini. (wan)
|
|
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|