Saat ini ada 2 tamu online
Mutasi Pejabat Pemko Segera Bergulir pdf  | cetak |
Minggu, 12 Oktober 2008
BALAI KOTA, METRO-- Meski penjelasan nota Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru saja diajukan ke lembaga legislatif, namun aroma perombakan kabinet di Pemerintahan Kota Solok mulai merebak.
Isu perombakan kabinet  tersebut, diakui Walikota Solok H Syamsu Rahim, “ tidak tertutup kemungkinan kembali mempercayai pejabat yang non job untuk menempati posisi jabatan tertentu,” ucap Syamsu Rahim kepada koran ini kemarin. Dijelaskan Syamsu Rahim, proses penempatan pejabat berdasarkan SOTK baru nanti, selain penilaian terhadap kinerja oleh Baperjekat, kelayakan pejabat untuk menempati posisi jabatan juga akan dilakukan.

Dalam waktu dekat seiring pembahasan Ranperda oleh dewan, proses penempatan pejabat untuk mengisi SOTK baru nantinya juga sudah berjalan. Paling tidak menurut Syamsu Rahim Januari SOTK baru sudah harus efektif berjalan. Dengan stok pejabat yang ada di lingkungan Pemko Solok saat ini yang dinilai banyak pihak belum mampu memenuhi kebutuhan daerah, apalagi dengan adanya kursi jabatan yang kosong yang ditinggal karana pejabat bersangkutan memasuki masa purna tugas, Syamsu Rahim sepertinya tidak bisa mengabaikan kenyataan tersebut.

Berdasarkan masa tugas, paling tidak tercatat ada empat pejabat di lingkungan Pemko Solok saat ini yang akan memasuki masa purna tugas. Mereka diantaranya Batria Helmi yang kini duduk dikursi kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (KLH), Mertius Hamid Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Umar Riva’i Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan yang saat ini ditempati oleh Nursyamsu.

Ketika ditanya kemungkinan adanya pejabat import yang akan menduduki kabinet barunya nanti, Syamsu Rahim juga tidak menapik kemungkinan tersebut. “Namun kalau pejabat yang ada sekarang mampu dan layak memimpin SKPD buat apa mendatangkan pejabat dari luar,” tegas Syamsu Rahim. Dengan SOTK baru dengan adanya pengurangan dan penambahan eselonering, sudah jelas terbuka terjadinya rotasi maupun promosi terhadap para pejabat di lingkungan Pemko Solok.

Bahkan Syamsu Rahim juga mengisyaratkan, jurang degradasi alias non job bagi pejabat yang dinilai gagal menjalankan tugas dan fungsinya selama menduduki jabatan juga akan terbuka. Begitu juga sebaliknya, bagi pejabat yang sebelumnya tidak mendapat kesempatan karena terpaksa dinon jobkan dari jabatannya, kalau kinerjanya memperlihatkan peningkatan mantan ketua DPRD Kota Sawahlunto ini juga mengatakan tidak tertutup kemungkinan mereka kembali dipercaya untuk memegang jabatan.

Menyangkut Jabatan Sekda yang ditinggalkan Masrial Mamar karena faktor kesehatan yang belakangan ini cukup ramai dibicarakan banyak kalangan, Syamsu Rahim menjelaskan akan mempertimbangkan banyak faktor. Karena yang menjadi kendala faktor kesehatan, salah satu langkah Pemko Solok akan meminta pendapat dari dokter ahli tentang kesehatan Masrial Mamar.

Menyadari begitu beratnya tantangan kerja kedepan, tangan dingin Syamsu Rahim bersama Irzal Ilyas selaku Wakil Wali Kota, kembali diuji dalam menempatkan pejabat dalam mengisi SOTK baru nantinya. Banyak pihak berharap, dalam menempatkan pejabat dalam mengisi SOTK baru nantinya jangan hanya mengaca kepada kepentingan politik semata. Kebutuhan daerah serta kemampuan pejabat yang akan ditempatkan jangan diabaikan. (e)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif