|
PSP Terancam Bubar, Kas Sudah Kosong |
pdf
|
| cetak |
|
|
Minggu, 12 Oktober 2008 |
|
PADANG, METRO--PSP Padang terancam tidak bisa melanjutkan sisa
laga Indonesia Divisi Utama. Pasalnya, hingga saat ini belum jelas
sumber dana yang akan digunakan Pandeka Minang untuk mengarungi sis
Kompetisi Divisi Utama.
“Sumber dana sudah habis. Dana pribadi saya juga sudah tidak sanggup lagi. Kami hanya bisa pasrah. Kami hanya menunggu kepedulian pimilik PSP ini,” ujar manjer tim Pandeka Minang Azwin Amir kepada POSMETRO kemarin.
Katanya, sejak April dia bersama pelatih telah melakukan perbagai upaya untuk menyelamatkan PSP dari masalah dana ini. Mulai dari memasukkan surat ke berbagai perusahan di daerah ini. Malahan uang pribadinya sudah banyak terpakai, sedangakan pemilik PSP ini seolah tidak peduli. “Sebagai manejer sangat mengharapkan bantuan.
Soalnya saya sendiri tidak sangup. Ibarat main bola, saya sebagai penjaga gawang telah berusaha mematahkan serangan lawan sejak April lalu, tapi tangan saya ini tidak sanggup lagi menahan gempuran sendirian. Harus ada pemain belakang yang tanguh membantu. Jadi saya sangat mengarapkan kepedulian dari petinggi daerah ini untuk membantu dana.
Kalau tidak ada, dalam dua hari ini jelang berangkat ke Pulau Jawa untuk mengikuti dua laga tandang, maka kami akan serahkan ke pengurus nasib PSP selanjutnya,” ungkap Azwin Amir. Dijelaskannya, dalam laga tandang ke Pulau Jama menghadapi Persikabo Bogor 16 Oktober dan Persikan Kabupaten Bandung 20 Oktober, PSP minimal membutuhkan dana Rp 200 juta. Dana itu akan digunakan untuk tiket Padang-Jakarta, Jakarta-Padang.
Biaya transportasi dari Bogor ke Bandung, penginapan dan uang saku pemain. Saat ini tidak ada seperserpun anggaran untuk digunakan dalam laga tandang itu. “Kami sudah kehabisan akal, proposal yang kami masukkan ke beberapa pengusaha di daerah ini sampai saat ini belum ada jawaban. Satu-satunya harapan hanya bantuan dari pemilik PSP ini,” terangnya. (can)
|
|
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|