|
PADANGPANJANG, METR-- Walikota Padang Panjang dr H Suir Syam
M.Kes MMR kepada POSMETRO kemarin menegaskan, jika wacana pembangunan
Pasar Pusat Padang Panjang yang sempat tertunda sejak awal 2008 lalu,
dipastikan akan dimulai awal 2009 mendatang.
Hal ini seiring dengan telah diselesaikannya perubahan design gambar oleh pihak investor PT Kultindo Ereshamas, yang sebelumnya sempat menuai penolakan dari pedagang pasar setempat. “Tidak ada alasan lagi untuk mengundur-undur wacana pembangunan pasar tersebut. Karena selain telah menandatangani kontrak dengan pihak investor, kondisi Pasar Pusat juga sudah sangat tidak layak lagi untuk terus dipertahankan,” ujar Suir Syam.
Jika tidak ada aral melintang imbuh walikota, dalam waktu dekat ini pihak investor telah tiba di Padang Panjang dengan perubahan design dan gambar bangunan yang baru. “Insyaallah, awal 2009 mendatang pengerjaannya telah dapat dilaksanakan. Kita berharap, agar seluruh masyarakat khususnya para pedagang, dapat berlapang hati dan dengan kepala dingin menerima kebijakan tersebut. Karena ini juga tak lain demi kepentingan kita bersama,” harap walikota.
Melihat kepada faktor kelayakan, Pasar Pusat Padang Panjang yang telah berusia 30 tahun lebih, diakui sangat rentan akan terjadinya musibah dan bahaya kebakaran. Hal ini imbuh walikota, antara lain dipicu persoalan instalasi dan jaringan listrik yang sudah cukup tua. Disamping itu, hampir sebagian besar bangunan lama yang terbagi ke dalam petak-petak los di seluruh lingkungan pasar, juga tidak layak lagi untuk ditempati.
“Dengan telah adanya pasar sebagai sebuah pusat perbelanjaan yang representatif, kita tentu berharap Padang Panjang akan benar-benar menjadi kota tujuan yang nyaman, khususnya bagi pengunjung dari luar daerah. Apalagi kita juga telah memiliki sebuah pusat rekreasi dan wisata keluarga, yang diharapkan akan menjadi magnet dalam menyedot arus kunjungan ke daerah ini,” para Suir Syam.
Disinggung terkait masalah harga, secara pasti walikota belum bisa memberikan gambaran. Tapi jika dibandingkan dengan penawaran harga yang dulunya hanya sebesar Rp 8,75 juta, berkemungkinan akan mengalami kenaikan, seiring melonjaknya harga bahan bangunan di pasaran. Meski persoalan ini cukup dilematis, namun walikota berharap agar masyarakat dapat menerima dengan berlapang hati.
Sebagaimana diketahui, wacana Pemko Padang Panjang untuk merevitalisasi pasar pusat pada awal 2008 lalu itu, sempat menuai protes dan penolakan dari masyarakat pedagang Padang Panjang. Buntutnya, gelaran aksi demonstrasi juga sempat beberapa kali dilakukan guna menentang kebijakan tersebut. Dari sejumlah point tuntutannya antara lain menolak design gambar dan masalah harga yang dianggap terlalu memberatkan pedagang.(ryn)
|