Saat ini ada 1 tamu online
SSM Ajang Networking dan Solidaritas pdf  | cetak |
Senin, 13 Oktober 2008
PADANG, METRO-- Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menegaskan ajang Silatuhaim Saudagar Minang (SSM) yang digelar sejak Jumat (10/11) kemarin tujuannya bukanlah untuk investasi di Sumbar. Tetapi membangun networking dan solidaritas antar sesama saudagar dan masyarakat Minangkabau.
Hal itu dikatakannya saat pembukaan SSM II di Pangerabn Beach Hotel, Sabtu (11/10). “Banyak yang bertanya, pasca SSM I tahun lalu sudah berapa yang berinvestasi di Sumbar. Saya tegaskan tujuan akhir dari acara ini adalah membangun solidaritas dan networking.

Untuk investasi tidak cukup hanya dengan romantisme saja, tapi perlu kelayakan tempat berinvestasi,” kata Gamawan. Kelayakan tempar berinvestasi merupakan tugas wajib yang harus diwujudkan pemerintah. Dan itu kata Gamawan adalah tanggungjawabnya sebagai gubernur dan juga tanggungjawab kepala daerah di kabupaten/kota di Sumbar.

Namun, dalam eksposnya Gamawan menegaskan Sumbar adalah daerah potensial untuk berinvestasi. Beberapa parameter perekonomian menunjukan hal itu. Tingkat rasio pinjaman terhadap dana simpanan (loan to deposit ratio/LDR) di Sumbar mencapai 105 persen. Demikian juga dengan kredit bermasalah atau non performance loan (NPL) hanya 2,75 persen.

Dari parameter itu, tegas Gamawan, tingkat kredit macet di Sumbar di bawah angka nasional. “Itu artinya Orang Minang pembayar utang yang baik,” ungkapnya disambut tepuk tangan sekitar 1200 saudagar Minang. Dia juga menyebutkan tingkat pencairan kredit di Sumbar tahun 2008 meningkat dibanding 2007 silam. Jika 2007 hanya Rp 12 Triliun, di 2008 hingga Oktober telah mencapai Rp 15 Triliun.

Dihadapan Wapres Jusuf Kalla dan Saudagar Minang, Gamawan mengekspos pembangunan di Sumbar. Beberapa proyek yang sedang dan sudah dikerjakan adalah pembangunan masjid raya, pembangunan graha Minangkabau di Jakarta, asrama mahasiswa di Mesir, Irigasi Panti Rao dan akan dikerjakan Irigasi Lintau yang bisa mengairi 36 ribu Ha sawah, dengan anggaran Rp 150 M.

Di ajang SSM II kemarin, dua nota kesepahaman ditandatangani. Yaitu nota nota kesepahaman pembentukan Minangkabua Airlines antara PT Merpati Airlines dengan PT Minangkabau Airline (PT Adamasha Karya dan PT ATS) dan nota kesepahaman pembangunan indutri kulit di Padangpanjang dan Packaging House. (nto)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif