|
PADANG, METRO-- Tingginya minat generasi muda Minang untuk
berkarir menjadi PNS, menggelisahkan banyak pihak termasuk Ketua
Saudagara Minang Bazrizal Koto (Basko). Pada ajang Silaturahmi Saudagar
Minang (SSM) kemarin, Basko menghimbau pemuda untuk kembali ke spirit
Minangkabau yaitu entreprenuership.
Basko mengakui SSM bermula dari kegelisahan melihat makin pudarnya semangat untuk menjadi saudagar di kalangan generasi muda. Pemuda-pemuda Minang saat ini, menurutnya lebih mengejar “kenyamanan” menjadi seorang PNS. Padahal menjadi saudagar adalah mengikuti jalan Rasul Muhammad SAW.
“Menjadi PNS itu baik, tapi menjadi saudagar lebih baik lagi. Saudagar bisa menjadi apa saja, bisa bupati, gubernur, wakil presiden bahkan presiden. Minimal presiden di perusahannya sendiri,” katanya saat memberikan sambutan dalam pembukaan SSM II di Pangeran Beach Hotel, Sabtu (11/10). Sementara itu ketua panitia SSM II, Firdaus HB mengajak semua saudagar Minang yang hadir untuk membangun kerjasama yang harmonis.
Sikap negatif dan saling menyalahkan harus segera ditinggalkan. Sebagai suku yang menurutnya berdarah pedagang, orang Minang menurutnya harus terus mempertahankan kesinambungan itu. SSM II yang digelar selama tiga hari dar Jumat (10/10) hingga Minggu (12/10) dihadiri lebih dari 1200 saudagar dari yang tersebar diseluruh nusantara dan luar negeri. Dengan SSM diharapkan solidaritas antar saudagar bisa terbangun dan pemuda Minang tidak lagi berduru-duru menjadi PNS.
SSM Dikukuhkan
Salah satu hasil utama dari pelaksanaan Forum Silaturahim Saudagar Minang (FSSM) adalah dibentuknya Saudagar Muda Minang (SMM). Kemarin (12/10), SMM dikukuhkan melalui SK FSSM No 003/SK.SMM/FSSM/X/2008 dengan ketua dipercayakan kepada Fahira Fahmi Idris dan Sekretaris Yandri Sudarso untuk periode 2008-2012.
Seusai dilantik ketua FSSM Basrizal Koto, Fahira kepada wartawan menyebutkan SMM adalah organisasi para pengusaha muda Minangkabau —baik yang berada di ranah maupun di rantau— yang sudah mempunyai usaha maupun yang sedang membangun usaha besar atau kecil. “Sebagai organisasi kaum muda yang aplikatif, SMM mempunyai kepungurusan yang langsung bersentuhan dengan berbagai jenis usaha anggotanya mulai dari hulu sampai ke hilir.
Baik dalam hal pendampingan, pengembangan, pemasaran (networking), dan permodalan,” jelasnya. Untuk saat ini, katanya, sudah ada lembaga keuangan yang siap menyalurkan dana pinjaman sebesar Rp 500 juta yang akan disalurkan ke anggota. Namun untuk mekanisme penyaluran, formulasinya tengah disusun pengurus SMM. “SMM ini akan punya koordinator di tiap wilayah (Koorwil). Untuk sementara baru terbentuk Koorwil Padang dan Riau.
Selanjutnya akan terus ke daerah-daerah lain. Sedangkan untuk pengurus pusat sudah punya sekretariat di Kebon Kacang XXIX Jakarta,” jelasnya. Di tahap awal ini, tambahnya lagi, SMM berupaya memfasilitasi anggota dengan pembuatan Saudagar Minang Card sebagai loyality program. Pemegang kartu bisa memakainya untuk discount berbelanja dan mendapat reward di sejumlah counter yang akan dikembangkan terus jumlahnya.
“Di samping itu kami juga berencana membikin Minangkabau Trading House yang merupakan langkah awal sinergi bisnis anggota SMM di ranah dan di rantau,” jelasnya. Tak hanya fokus di bidang usaha, SMM juga akan menggarap potensi ranah Minang seperti potensi wisata, produk dan sumber daya alam. Dalam waktu dekat mereka akan membuat maps of West Sumatera yang bakal jadi pedoman untuk turis menjelajahi objek wisata Sumbar. ((nto/max)
|