Penjambret Istri Polisi Ditangkap pdf  | cetak |
Senin, 13 Oktober 2008
ImageDISERET—Tersangka pelaku pencurian malam hari berinisial “Mmt” tengah diseret petugas di Mapolsek Lubeg.

PADANG, METRO-- Residivis yang cukup lama menjadi target operasi (TO)  polisi berinisial “Mmt” (32), dibekuk Tim Buser Polsekta Lubuak Begaluang di kediamannya Parak Laweh, setelah polisi melakukan pengintaian beberapa jam, Minggu (12/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

Lelaki yang sekujur tubuhnya dipenuhi  ditato itu selain  terlibat pencurian malam hari (alap malam-red) juga diduga terlibat salah satu penjambretan tahun 2007 lalu. Lelaki ini telah menjadi buronan tiga periode kepemimpinan Kapolsek di  wilayah hukum Lubuak Begaluang. Bahkan lelaki yang memiliki tatto bermotif kembang ini diduga kuat terlibat kasus jembret kalung mas isteri polisi di kawasan Air Camar tahun 2007 lalu, yang mengakibatkan korbannya terjatuh dari kendaraan dan tewas.

Namun, hingga kemarin tersangka kepada penyidik membantah terlibat jambret dengan korbanya salah seorang isteri polisi tersebut. Tapi pelaku kepada penyidik mengaku telah melakukan aksi pencurian pada malam hari di belasan Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Hingga berita ini diturunkan, pelaku yang sering beraksi berdua bersama temannya (identitas masih dirahasiakan- red), masih menjalani proses penyidikan di Maapolsek Lubeg. Dan polisi  hingga saat ini masih menyita puluhan Barang Bukti (BB) hasil kejahatanya.

Kapoltabes Padang melalui Kapolsekta Lubuak Bagaluang AKP Azhar Nugroho SH SIK, didampingi Kanitreskrim Iptu Anita Indah Setia Ningsih, kepada koran ini mengaku,  pelaku bahkan Target Operasi (TO) tim Reskrim Mapolda Sumbar dan Poltabes Padang. Setelah tim Buser melakukan penyelidikan yang cukup  panjang hingga Minggu (12/10) dini hari tadi, ternyata keberadaan pelaku diketahui.

“Pelaku subuh itu baru saja pulang ke rumahnya yang terletak di kawasan Parak Laweh, Kecamatan Lubuak Bagaluang,” tutur Anita. Disebutkan Anita, ketika tim mengintai di sekitar rumah pelaku. Ternyata keberadaan anggota tidak diketahui. Berselang beberapa menit saja tidur, rumah itu kemudian digeledah. Dan didapati pelaku memulai tidur indahnya. “Takut kecolongan, pelaku yang tidak berkutik tersebut langsung saja dibekuk tanpa perlawanan,” tandas Anita.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan hingga Minggu siang, pelaku sudah beraksi di belasan TKP dan berhasil meraup belasan juta rupiah dari kejahatannya. Tak puas hanya sampai di situ. Tim kemudian melakukan pengembangan ke kasus jambret isteri polisi di kawasan Air Camar tahun 2007 lalu. Dalam aksinya, pelaku berhasil menyikat kalung mas. Namun malangnya, ketika peristiwa itu terjadi. Korban terjatuh dari sepeda motornya kepala terhempas ke aspal.

Sempat dirawat, kemudian ajal menjemputnya. Beranjak hasil penyelidikan, diduga kuat “Mmt” salah satu pelakunya. (pelaku dua orang, red). Sebab “Mmt” selain alap malam, dia juga terlibat serangkaian aksi jambret di wilayah hukum Poltabes Padang. Setelah pelaku kabur menghilang. Artinya pelaku termasuk licik dalam pelarianya ini.

Buktinya pelaku TO tiga periode kepemimpinan Kapolsekta Lubuak Bagaluang ini, masing-masing AKP Slamet Riyadi, AKP Nuraida dan AKP Azhar Nugroho.  Dalam kasus ini, pelaku yang masih bertele-tele atas keterlibat jambret isteri polisi ini diancam pasal 363 dan 365 dengan hukuman 7 hingga 12 tahun. Penyidik masih menindaklanjuti kasusnya. “Dugaan keterlibatan pelaku ke aksi jambret isteri polisi, masih dalam penyelidikan,” tegas Anita. (ped)

Pengakuan Tersangka “Saya Tidak Terlibat”

Sepintas lalu, “Mmt” lelaki berkulit kuninglangsat ini memang terlihat dingin. Bahkan, ketika penyidik disaksikan langsung Kanitreksrim Polsek Lubuak Bagaluang Iptu Anita Indah Setia Ningsih, pria ini tidak mengaku terlibat dalam aksi jambret isteri polisi berbuntut tewas karena jatuh ke aspal. Pelaku tak mengakui tak terlibat kasus jambret tersebut.

Makanya, pelaku tetap menyanggah anggapan keterlibatannya dalam aksi naas itu. Selebihnya,pria berambut ikal ini mengakui secara terus terang telah beraksi melakukan pencurian pada malam di belasan TKP. Untuk kasus keterlibatan jembret di kawasan Air Camar, Kecamatan Padang Timur tahun 2007 lalu, ia tidak terlibat.  “Saya tidak terlibat dalam kasus jambret itu,” aku “Mmt”  dengan tenang kepada penyidik. Bahkan dalam kasus itu ia tidak mengetahuinya dengan jelas.

Kalau kasus alap malam, ia memang terlibat. “Tapi yang satu itu saya menyanggahnya pak,” tutur Mmt lagi meyakinkan petugas. Apa pun sanggahan pelaku. Yang jelas, penyidikan ke arah kasus itu tetap dilakukan. Sebab peluang sangat besar atas keterlibat “Mmt” dalam kasus penjambretan itu. “Penyidik akan memanggil warga yang menjadi saksi dalam kasus penjambretan tersebut setelah “Mmt” diproses,” papar Anita. (ped)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif