Saat ini ada 8 tamu online
Penertiban Lapak PKL Diwarnai Insiden pdf  | cetak |
Selasa, 14 Oktober 2008
BUKIKTINGGI, METRO-- Sesuai dengan yang telah direncanakan, Pemko Bukiktinggi akan menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di fasilitas umum. Minggu (12/10) malam Tim Terpadu melakukan penertiban dengan mengangkat lapak-lapak PKL yang ditinggal pemiliknya pada beberapa tempat.
Pada Razia yang berlangsung aman tesebut, hanya ditemukan adanya insiden kecil tentang sekelompok orang yang berniat menghalangi kerja petugas, sedangkan lapak yang sudah diamankan langsung dibakar di Mapol PP Bukiktinggi.

Berdasarkan pengamatan POSMETRO di lapangan, razia yang dimulai sekitar pukul 21.30 WIB itu diawali dengan apel Tim sekitar 60 orang yang terdiri dari Sat Pol PP, LLAJ, Polresta Bukiktinggi, Kantor Pengelolaan Pasar dan pihak Dinas PU di halaman kantor pengelolaan pasar yang intinya memberikan arahan pada petugas tentang teknis dan target operasi razia tersebut.

Pada target pertama petugas langsung menertibkan dan mengangkat lapak-lapak pedagang yang ditinggalkan pemiliknya. Pada razia persis di depan Bukiktinggi Plaza tersebut berlangsung aman, hanya ada beberapa pedagang hanya terdiam melihat petugas mengangkat lapaknya dan memasukkan di dalam truck yang sudah disediakan.

Selanjutnya razia di pusatkan di depan Jam Gadang Pasa Ateh dan Janjang Gudang yang kondisinya masih ditinggal pemiliknya, sehingga petugas bekerja dengan senang tanpa ada perlawanan. Setelah dinyatakan bagian Pasa Ateh dianggap bersih termasuk menertibkan lapak yang ada di depan Bioskop Gloria. Razia dilanjutkan ke jalan perintis kemerdekaan sampai ke pasa Banto. Sepanjang jalan ini, petugas menertibkan puluhan lapak yang dianggap tidak bertuan dan selanjutnya diamankan di Mapol PP.

Ketika melakukan penertiban di bawah jembatan gantung Pasa Bawah, kerja petugas sedikit mendapatkan hambatan dari beberapa orang pemuda tanggung yang dari gelagatnya akan menghalangi kerja petugas, namun berkat kesiapan dari jajaran Polresta Bukiktinggi berhasil mengamankan satu orang yang dianggap provokator tindakan tersebut dan selanjutnya dilepaskan atas desakan beberapa orang warga yang sedang berada di tempat itu.

Setelah dianggap selesai membersihkan lapak sekitar pasa bawah, petugas selanjutnya beranjak ke target terakhir yaitu sekitar terminal Aua Kuniang yang lokasinya di depan pintu masuk atau di depan rumah makan simpang raya dan pintu keluar terminal yang sebelumnya memang banyak terdapat lapak pedagang. Namun pada razia yang sudah memasuki tengah malam itu, petugas tidak menemukan satupun lapak yang ditinggal pemiliknya.

Hal ini dikarenakan, karena dua hari sebelumnya Pemko sudah melakukan sosialisasi tentang larangan mendirikan lapak di tempat umum. Dengan selesainya razia pada malam tersebut puluhan lapak yang diamankan di Mapol PP langsung dibakar di salah satu tanah kosong samping kantor Pol PP, semua lapak tersebut dianggap adalah lapak liar dan tidak ada pemiliknya. Hal itu dibuktikan dengan, sampai pada pagi harinya (kemarin-red) tidak satu orangpun yang komplen dan mengaku kalau lapaknya termasuk salah satu yang diamankan.

Sesuai Prosedur

Sementara itu Kepala Kantor Satpol PP Zulfider yang ditemui POSMETRO di sela- sela penertiban menyatakan, kalau petugas pada razia itu memang harus bertindak tegas, karena sosiaslisasi sudah dilakukan pada dua hari sebelumnya. Adapun tujuan razia itu sendiri adalah demi keindahan kota yang sudah sangat semraut dengan keberadaan PKL liar atau musiman tersebut. “Sebenarnya kita sudah cukup memberi toleransi pada pedagang yang membiarkan mereka berdagang selama liburan lebaran kemarin, dan sekarang karena liburan sudah usai, maka pedagang tersebut harus segera mengosongkan tempat mereka itu yang sudah jelas melanggar perda yang ada,”terangnya.

Selanjutnya kata Zulfider. untuk tempat-tempat lain yang kondisinya sudah mengkhawatirkan memang sudah diagendakan akan ditertibkan termasuk merazia jenis maksiat dengan razia di hotel atau penginapan jenis Melati.
”Memang agenda kita cukup banyak, tapi untuk melakukan semua itu harus bertahap, dan yang jelas kita akan membersihkan Bukiktinggi dari berbagai macam pelanggaran termasuk maksiat yang berkeliaran di beberapa tempat,”tandasnya. (wan)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif