|
PROKLAMASI, METRO-- Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota
Padang Jasrial - Muhklis Sani, berniat pindahkan pusat pertokoan grosir
Kota Padang ke Padang Bagian Utara atau By Pass. Hal ini dilakukan
pasangan ini, jika nantinya duduk sebagai pemimpin Kota Padang dan itu
semua sebagai antisipasi terjadinya “ledakan” bangunan dan mendorong
berjalannya tata ruang kota yang baik.
Semua itu diungkapkan pasangan calon nomor empat pada Pilkada mendatang ketika berkunjung ke kantor dua koran harian terkemuka di Kota Padang, Posmetro Padang dan Padang Ekpress, tepatnya di Carano Room, Senin (13/10).
Dalam kunjungannya, pasangan dengan kampung asal Pesisir Selatan dan Seberang Padang itu, memaparkan seluruh misi mereka demi merubah Kota Padang, ke arah yang lebih baik dikemudian hari. “Tidak hanya pemindahan pusat grosir, nantinya kita juga akan memberlakukan ‘jam tamu’ bagi truk ketika memasuki Kota. Saat ini saya lihat, truk secara bebas bisa memasuki Kota. Padahal “kedatangan” mereka jelas mengganggu tertibnya lalu lintas,” tukas Jasrial.
“Bayangkan saja, dengan masuknya truk dan melakukan bongkar muat di dalam kota, tentu keberadaan badan jalan akan termakan. Tak hanya itu, areal parkir yang tidak memadai juga akan menambah keruwetan Kota. Tentu saja, truk yang masuk ke dalam Kota Parkir dipingiran jalan. Kita ingin semuanya tertib dan terencana dengan baik, agar kota semakin indah.”
Tak hanya memperhatikan tata ruang kota, pasangan yang diusung partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang (PBB) juga ingin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dengan menerapkan pelayanan satu pintu dan pembuatan KTP tanpa biaya. Pengalokasian dana untuk daerah rawan bencanapun, menjadi perhatian serius calon yang berposko di jalan Sawahan ini.
“Kita ingin menyentuh semua lapisan dan apa yang dibutuhkan warga Kota Padang. Pelayanan satu pintu, penggratisan biaya KTP serta pengadaan pupuk bagi petani. Namun yang terpenting dari semua program yang kami jalani, adalah memberikan kredit tanpa bunga kepada penggerak usaha mikro,” tambah Mukhlis Sani menimpali. Menurut Mukhlis Sani, niat untuk memberikan kredit terbersit setelah dia turun langsung dan mendengarkan aspirasi kalangan masyarakat badarai di Kota Padang.
Dari petani, nelayan ataupun PKL, semuanya menyuarakan dan meminta adanya kredit. “Saat kami sowani petani, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana mereka bisa mendapatkan pupuk dengan mudah, mendapatkan air dan kredit tanpa angunan. Begitu juga dengan nelayan dan PKL, mereka meminta adanya kredit dan itu nantinya akan kami penuhi,” Mukhlis Sani mengakhiri. (o)
|