|
Warga Kota Padang, sepekan terakhir sudah tak asing lagi melihat baliho
besar dengan bintang iklan pasangan walikota dan wakil walikota Padang.
Baliho-baliho besar itu, terpampang di lokasi strategis yang banyak
dilihat dan dilalui warga.
Kampanye dengan mempromosikan pasangan plus dengan nomor urut yang bakal dicoblos, sebagai aksi yang tepat untuk mensosialisasikan pasangan yang bakal maju dalam Pemilu KDH 23 Oktober mendatang. Di Jalan Hamka tepatnya di depan Minang Plaza, sebuah baliho besar terpasang dengan gagahnya. Baliho tersebut sangat strategis. Jika yang melintasi kawasan ini, tepatnya dari arah Tabing menuju Pasar Raya, bisa melihat sebuah baliho dengan nama singkatan JAMU dan angka 4.
Wajah yang terpasang dalam baliho besar itu adalah Jasrial-Mukhlis Sani—pasangan walikota dan wakil walikota dengan nomor urut 4. Malahan, jika malam hari baliho ini makin mentereng dan jelas. Para karyawan Minang Plaza dan pengunjung yang menunggu Angkot atau bus kota, tentu bisa melihat baliho tersebut. JAMU dengan coblos nomor 4 mentereng dan jelas dengan balutan lampu.
Seperti, Minggu malam (12/10) beberapa karyawan Minang Plaza yang sedang menunggu angkot saat ditanya POSMETRO mengakui, bahwa baliho tersebut sangat strategis dan menarik perhatian orang. “Sebelum baliho itu, kalau tidak salah baliho salah satu produk iklan. Tapi saya lupa. Tempatnya mudak dilihat karena letaknya yang tinggi menjulang itu,” kata Nita salah seorang kasir Suzuya Minang Plaza.
Teman Nita yang bernama Dina juga menyebutkan, sejak kampanye wajah Kota Padang dipenuhi dengan tokoh-tokoh yang bakal maju untuk menjadi pemimpin daerah ini 5 tahun mendatang. Namun, Dina mengaku kurang peduli dengan pasangan yang sibuk mempromosikan diri untuk dipilih orang warganya. “Jujur saja, saya tidak kenal dengan orang-orang yang mau ikut Pilkada. Paling-paling cuma beberapa orang saja.
Tapi dengan baliho ini, mungkin warga hanya bisa kenal wajah saja,” kata Dina yang tinggal di Lubuak Buayo. Sementara, dari pantauan POSMETRO Senin (13/10) baliho-baliho pasangan telah terpasang di tempat yang strategis. Seperti di simpang Padang Baru (gedung Telkom daan Kantor Bappeda Sumbar)—baliho Mudrika-Dahnil Aswad (MUDA) juga terpampang. Pasangan ini menggunakan baju batik kombinasi warna orange, merah dan hitam. Dan angka 2 juga terlihat jelas dalam baliho.
Selain di simpang Padang Baru, baliho MUDA juga terpajang di simpang Alang Laweh (dekat PO ANS). Namun, yang cukup menarik tentunya jika melihat baliho yang menampilkan incumben Fauzi Bahar yang berpasangan dengan Wakil Ketua DPRD Sumbar Mahyeldi. Dua buah baliho di Jalan Sawahan dan Adinegoro—sangat kontras jika dilihat. Background (latarbelakang) berwarna putih digandeng dengan warna merah.
Sementara tokoh utama—dengan angka 3—menjadi pusat perhatian. Selain itu, pasangan Yusman Kasim-Yul Akhyari Sastra (YUSRA) meski tidak menggunakan baliho, namun gambar pasangan dengan nomor urut 5 ini dipasang relawan dan simpatisan. Tidak hanya itu, untuk mensosialisasikan, pasangan dengan moto Saiyo Sakato Mambangun Kota Nan Tacinto.
Ketua Fraksi Golkar Afrizal, menyebutkan penataan baliho dan spanduk pasangan calon walikota sangat penting, sehingga wajah Kota Padang tidak kotor. Selain itu, penataan baliho dan spanduk pasangan calon walikota sangat penting dilakukan sehingga estetika (keindahan) kota tetap terjaga. “Kerjasama Pemko dengan seluruh pasangan calon harus ada untuk menarapkan aturan, terkait permasahan baliho dan spanduk.
Dan jangan lupa, beri kesempatan berimbang kepada seluruh pasangan calon untuk mempromosikan dan memasang baliho serta spanduk. Sekarang, kampanye tingal beberapa hari lagi. Dan tanggal 23 Oktober sekitar 539.660 warga Kota Padang akan mendatang TPS untuk memilih calon pemimpinnya. Kampanye selama dua pekan—mulai dari 6 Oktober hingga 19 Oktober harus dioptimalkan seluruh pasangan calon untuk menarik pemilih. (*)
|