|
PSP Menang Manajen ‘Menangis’ |
pdf
|
| cetak |
|
|
Selasa, 14 Oktober 2008 |
|
PADANG, METRO-- Berbeda dengan tim lain yang bergembira ria bila
meraih kemenanangan, manajemen PSP Padang malah sebeliknya mereka
menanggap dingin angka penuh yang diraih Punggawa Pandeka Minang saat
menjamu Persikad.
Soalnya, setumpuk masalah mereka hadapi, di antaranya kelangsungan nasib PSP di kancah sepakbola nasional. “Bagaimana kami bisa gembira dana untuk mengikuti dua laga tandang belum jelas rimbanya. Saya hanya bisa menyediakan dana untuk tiket 18 pemain.
Sedangkan uang saku dan biaya selama di Pulau Jawa entah dicarikan kemangan,” ujar manejer PSP Azwin Amir kepada POSMETRO kemarin. PSP harus butuh bapak angkat, kalau manejer sendiri menyediakan dana kemungkinan besar PSP bakal bubar. Jadi sudah seharusnya pihak yang berwenang turun tangan untuk menyelesaikan masalah dana, kalau semuanya lepas tangan tentu nasib PSP bakal hancur dan tidak bisa lagi melanjutkan sisa laga di Divisi Utama ini.
“Saya sendiri tidak sanggup lagi menagani tim ini sendiri. Saya butuh pendamping yang memantu nasib PSP dalam lanjut liga,” ungkapnya. Memang bila pemilik Pandeka Minang ini tidak bisa membantu terutama dalam dua laga tandang ke Pulau Jawa, maka para pencinta sepakbola di daerah ini bakal kehilangan tim Pandeka Minang, soalnya manejer tim tidak sanggup lagi sendiri menanggung biaya Pandeka Minang.
Akibat Pilkada
Terombang ambingnya nasib PSP terkait dengan pelaksanaan Pilkada di Kota Padang yang akan ditabuh 23 Oktober. Soalnya dengan adanya pesta ini mata pengusaha dan pemimpin tertuju ke arah itu. “Pilkada Kota Padang salah satu penyebab terombang ambingnya nasib PSP. Tapi saya yakin bila pesta ini usai masalah PSP bisa teratasi,” ujar Deri Amat Dani pencinta Sepakbola Sumbar usai menyaksikan laga PSP vs Persikad di Stadion Agus Salim kemarin. (can)
|
|
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|