Kogami Berikan Reward pdf  | cetak |
Selasa, 14 Oktober 2008
PADANG, METRO-- Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) berikan reward kepada dua tokoh Sumbar yang dianggap telah berdedikasi dan memberikan sumbangsih yang berarti dalam penanggulangan bencana. Tak hanya memberikan reward, dalam acara yang bertempat di ruangan Puti Bungsu, Hotel Bumi Minang, Senin (12/10), Kogami juga melaunching program baru untuk mengantisipasi terhadap bencana yang mungkin bisa datang kapan saja.
Dua tokoh yang didaulat sebagai penerimaan anugerah adalah, Bupati Pariaman Drs H Muslim Kasim SK MM Dt Sinaro Basa dan Kepala Dinas Kesbanglinmas Sumbar, Sofyan SH. Menurut Patra Rina Dewi, Direktur Eksekutif Kogami pemberian anugerah ini didasari kesalutan terhadap kedua tokoh yang tidak pernah jemu mensosialisakikan siaga bencana kepada masyarakat Sumbar khususnya.

“Kedua tokoh itu dipilih karena eksitensinnya menjalankan program serta andil besar dalamm setiap adanya bencana. Mereka mau “turun ke bawah” untuk meninjau lokasi serta membantu apa yang bisa dibantu. Sungguh kepribadian yang sangat mengagumkan,”ulas Patra.

“Saya sangat merasa tersanjung dengan hadian ini. Namun apa yang saya lakukan adalah demi masyarakat saya. aya tak ingin karena bencana, masyarakat saya kehilangan banyak hal. Apa yang saya lakukan di Padang Pariaman hanyalah sebagian kecil dan bukti ddikasi saya sebagai pengayom masyarakat,”terang Muslim Kasim yang tak mampu menahan keharuan saat menerima penghargaan.

Selain itu, dalam acara yang juga sebagai ajang Halal Bil Halal, Kogami tetap fokus mengadakan seminar ataupun simulasi bencana kepada para siswa di segala lapisan. Baik, SD, SMP maupun SMA. Program itu akan terus berjalan hingga dua tahun ke depan. Objek utama simulasi adalah 7 daerah titik rawan bencana di Sumbar, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Mentawai.

“Tahapan untuk dua tahun ke depan untuk program kerja adalah memberitahukan serta mengadakan simalusi bencana ke sekolah-sekolah. Terutama sekolah yng ada di tujuh daerah rawan bencana di Sumbar. Kita konsekwen untuk itu,”tambah Petra. Kogamipun menargetkan untuk tahun 2010, 30 persen sekolah di Sumbar sudah bisa menjasi sekolah model untuk penanggulangan bencana. Untuk merealisasikan program kerjanyapun Kogami menganggarkan biaya sebesar Rp.900 juta setiap tahunnya.

“Kita menganggarkan dana sekitar Rp.900 juta untuk melaksanakan program kerja. Anggaran itu berasal dari bantuan APBD dan donatur. Selain itu kita juga mengadakan program pelatihan bagi pegawai pemerintahan serta pembuatan posko siaga di tujuh daerah rawan. Tak ketinggalan pembuatan peta resiko bencana wilayah,”Petra mengakhiri. (o)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif