PLTA Singkarak Stop Beroperasi, Pemadaman Bergilir Terjadi Lagi pdf  | cetak |
Selasa, 14 Oktober 2008
PADANG, METRO-- Kendati selama bulan Ramadhan lalu, pemadaman listrik dapat ditekan, namun selama 5 hari ke depan, yakni tanggal 12-16 Oktober, masyarakat kembali akan merasakan pemadaman bergilir. Kondisi ini menyusul ketidaksiapan beberapa pembangkit yang ada karena akan memasuki masa pemeliharaan atau perbaikan. PT PLN kembali mengingatkan seluruh pelanggan untuk terus melaksanakan gerakan hemat listrik.
“Pemadaman listrik ini bukanlah disengaja. Pemadaman ini terjadi karena PLTA Singkarak yang memiliki kapasitas terpasang 4 x 43 megawatt (172 MW) tidak dapat beroperasi dan keluar dari sistem, untuk menjalani perbaikan pada Turbin Inlet Valve (TIV). Selama bulan Ramadhan lalu memang tidak ada pemadaman karena perbaikan PLTA Singkarak ini ditunda dan PLN mengupayakan pembangkit bisa beroperasi penuh pada beban puncak yakni pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB dan 24.00 WIB hingga 05.30 WIB,” tutur Deputy Manager Komunikasi dan Humas PT PLN Wilayah Sumbar, Asril K kepada wartawan, Minggu (12/10).

Mengingat kondisi PLTA Singkarak yang semakin mengkhawatirkan, Asril menyatakan, perbaikan TIV PLTA Singakarak tidak bisa ditunda lagi. “Unit 1, 2, 3 dan 4 akan menjalani perbaikan selama 5 hari, mulai tanggal 12 sampai 16 Oktober. Sedangkan, PLTU Tarahan Unit 3, Lampung yang ikut menyuplai listrik ke Sumbar juga sedang menjalani perbaikan pada Boiler sejak tanggal 11-18 Oktober. Sementara PLTU Ombilin Unit 1 masih belum siap untuk beroperasi ditambah dengan krisis pasokan BBM untuk PLTG di Jambi yang terbatas,” paparnya.

Selain karena ketidaksiapan beberapa pembangkit itu, Asril juga menjelaskan, pemadaman bergilir ini terpaksa dilakukan mengingat transfer listrik dari Sumatera Bagian Selatan ke Sumatera Bagian Tengah melalui SUTTi 150 KV Lubuk Linggau-Bangko dibatasi hanya 200 MW, untuk menjaga stabilitas pada sistem interkoneksi Sumatera. Penyebab lainnya, masih adanya kendala tegangan yang rendah pada daerah Riau.

“Pemadaman bergilir ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat saja. Seluruh daerah yang tergabung dalam sistem interkoneksi Sumatera seperti Jambi, Rengat, Dumai dan Pekanbaru juga ikut merasakan pemadaman listrik,” tandas Asril seraya menyebutkan daya mampu pasok Sumbagteng hanya 1.418 MW, sementara Beban Puncak mencapai 1.568,2 MW.

Untuk mengatasi krisis listrik itu, Asril mengatakan, setiap daerah akan mengalami pengurangan beban yang berdampak terhadap pemadaman bergilir. Untuk tanggal 12 Oktober sejak pukul 18.00-24.000 WIB, pengurangan beban yang dilakukan diantaranya Padang 44,30 MW, Bukittinggi 13,35 MW, Solok 7,65 MW, Pekanbaru 30,06 MW, Dumai 9,88 MW, Rengat 1,25 MW dan Jambi 23,5 MW.

“Untuk tanggal 13-16 Oktober mendatang, pengurangan beban dilakukan sebanyak dua kali yakni pukul 00.00-18.00 WIB dengan perincian Padang 12,48 MW, Bukittinggi 3,76 MW, Solok 2,16 MW, Pekanbaru 11,46 MW, Dumai 3,77 MW, Rengat 0,48 MW dan Jambi 5,90 MW. Sedangkan pada pukul 18.00-24.00 WIB, dengan perincian Padang 54,48 MW, Bukittinggi 16,41 MW, Solok 9,41 MW, Pekanbaru 37,07 MW, Dumai 12,19 MW, Rengat 1,54 MW dan Jambi 28,9 MW,” paparnya.

Asril menjelaskan pemadaman bergilir di setiap daerah itu akan dilaksanakan secara bergantian dengan durasi waktu sekitar 2,5-3 jam. “Untuk itu, atas ketidaknyamanan pelanggan terhadap pemadaman yang dirasakan selama 5 hari ini, segenap jajaran PLN Wilayah Sumbar mohon maaf. Semoga kondisi yang ada dapat kembali normal dalam waktu dekat. Kendati sebenarnya sebut Asril, Sumbar masih mengalami krisis listrik akibat minimnya pembangkit yang ada bila dibandingkan dengan pertumbuhan pelanggan yang cukup tinggi. (bim)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif