Teater Kampus pdf  | cetak |
Selasa, 02 Desember 2008
IMAGE yang dibangun banyak orang, tentang tujuan menuntut ilmu adalah mencari pekerjaan. Namun pada realitany ijazah bukanlah jaminan efisiensi untuk hidup setelah menyelesaikan studi atau setelah wisuda. Menyikapi hal itu banyak mahasiswa di Perguruan Tinggi yang menghabiskan sebagian waktunya dalam sebuah organisasi yang diyakini mampu mengembangkan bakat dan jati dirinya kelak.
Seperti kehadiran UKM teater Imam Bonjol di IAIN Imam Bonjol Padang. Berangkat dari kegelisahan dan kegalauan, hingga jiwa-jiwa tersebut membentuk sebuah komunitas. Barangkali banyak hal yang mengundang perhatian kehadiran komunitas seni di kampus yang bertajuk religius itu.

Kesenian yang diidentikan dengan dunia tanpa titik, telah mengundang beberapa wacana dan pandangan yang berbeda banyak orang tentang dunia kesenian. Namun ketika kita mau merunut sejarah pada paradaban Islam. Al- Quran misalnya, yang diyakini sebagai pedoman hidup umat Islam, tiap bait dan untaian kalimat sarat dengan keindahan yang belum bisa ditandingi kini. “Perkara kesenian, identik dengan kebebasan.

Sebenarnya berpulang kepada komunitas dan individu yang memakai,“Ungkap Dedy Arsya, Ketua Teater Imambonjol kepada POSMETRO, Senin (1/12). Teater Imambonjol berdiri tahun 1998 lalu. Didirikan oleh orang-orang yang haus pengetahuan dan punya bakat yang terpendam. Ketika mereka jenuh dengan perkuliahan yang sarat dengan simbol.

Mereka-mereka tersebut berkumpul dan membuat sebuah komunitas yang berbicara apa saja. Dan memerankan apa saja (dalam tanda petik-red) dalam kontek kekinian dan dulu. Lalu disajikan dalam bentuk pertunjukan atau drama.“Pada hakekatnya teater adalah bagian dari media dakwah. Sebab dakwah bukan saja di masjid atau di mimbar. Kita menyajikan dalam bentuk lain dengan tujuan yang sama,” ujar sastrawan muda Sumbar ini.

Teater Imambonjol sebagi teater modern tentu punya ciri kas sendiri dibanding teater kampus lainnya. Sebab ia berpayung  kepada kampus religius, aktor atau aktris perempuannya tetap mengenakan jilbab. Nilai yang dibangun tetap kebersamaan, sementara buku dan diskusi sebagai makan pokoknya tentu mencakup apa saja.

“Berkesenian berarti mencerdaskan emosianal. Segala sesuatu, seperti alur cerita adalam sebuah naskah yang akan ditampilkan tentu harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi alam sekitar. Baik agama atau adat istiadat, tanpa mengurui,” ungkapnya.

Teater Imambonjol dalam merekrut anggota baru menggunakan seleksi alam, anggota yang dianggap lulus adalah anggota yang bisa bertahan dan berkarya hingga nmenyelesaikan studi di kampus tersebut. Sebab ilmu yang mereka dapati adalah otodidak yang bersifat mencari dan komposisi.

Dari segi prestasi teater Imambonjol sudah melebihi umurnya. Namun apakah teater di kalangan kampus terutama IAIN Imambonjol mampu bertahan dan berkarya. Hingga setelah wisuda nanti mereka yang pernah belajar pengalaman tersebut, punya modal sampingan setelah ilmu menurut jurusan yang mereka tekuni. Guna menyeimbangi image yang dibangun masyarakat yang rawan untuk generasi.(firdaus diezo)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Dukun Gandakan Uang di Kantor Partai Demokrat, Pengurus DPD Kaget Didatangi Polisi Jambi

06.01.2009

BATAM, METRO--Gudang logistik Kantor DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata dijadikan ketuanya Abdul Azis yang menjadi tahanan…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Polisi Tidur Rentan Bahaya

07.01.2009 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO--Keberadaan polisi tidur (portal jalan) yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku membuat prihatin anggota legislatif Kota Padang.…



advert-4.jpg

indosat.gif