|
PADANG, METRO--Terkait pembinaan dan pemantapan teknik, mental
serta disiplin, Pengurus Cabang Lembaga Karate-Do Indonesia (Pengcab
Lemkari) Kota Padang meniadakan ujian kenaikan tingkat/kyu susulan pada
tahun 2009 mendatang. Program Pengcab adalah mengasah kemampuan para
karateka dojo.
“Pembenahan dojo untuk pemassalan akan menjadi fokus kami. Ini penting untuk pencarian karateka yang berpotensi. Porprov Sumbar sudah makin dekat, Lemkari Padang harus menyumbangkan atlet untuk tim FORKI Kota Padang di arena Porprov,” kata Ketua Pengcab Lemkari Kota Padang, Drs. Budhi Herwanto didampingi Sekum Agusmardi BAc Karateka DAN III kemarin. Budhi menyatakan komitmennya untuk mengonsolidasi MSH Lemkari se-Kota Padang yang aktif membina karateka di dojo masing-masing.”Untuk adanya kualitas teknik karateka pelatih dojo harus mengevaluasi latihan sekali enam bulan. Kecuali di dojo khusus, seperti di dojo Lemkari Batalyon 133/Yudha Sakti,” kata Budhi.
Dari 200-an peserta ujian kenaikan sabuk/kyu susulan di dojo SMP 2 Negeri Padang, Minggu (23/11) lalu, beberapa karateka di antaranya berpotensi untuk menjadi atlet berprestasi karena memiliki semangat berlatih yang cukup tinggi. Dalam kaitan ini, Budhi mantan kepala Satpol PP Kota Padang akan memberikan sansak atau perangkat latihan kepada salah satu dojo yang aktif melahirkan karateka berprestasi. “Kami mengupayakan karateka yang memiliki semangat latihan yang tinggi bisa menjadi atlet andalan. Dojo yang baik tentu mendapat atensi,” kata Karateka DAN IV ini.
“Dari sekian dojo Lemkari yang ada di Kota Padang, dojo SMP 2 memiliki jumlah murid yang terbanyak dan ini mendapat dukungan pihak pengelola sekolah. Ada kemungkinan dojo SMP 2 akan diberikan sansak” kata Budhi meyakinkan. Laporan ujian kenaikan sabuk/kyu susulan yang dilaksanakan Lemkari Kota Padang diberikan kepada Ketua Umum Pengda Lemkari Sumbar, Drs H Firdaus Ilyas MM didampingi Sekum Fery Suardi SH disaksikan Wakil Ketua Bidang Teknik Drs M Giatman.
Pelaporan kegiatan yang dilakukan Pengcab Lemkari Kota Padang itu sesuatu yang baru, sejak Pengda Lemkari Sumbar dipimpin Firdaus Ilyas. Menurut Firdaus Ilyas, pelaporan kegiatan tertulis seperti Pengcab Lemkari Kota Padang mesti dibudayakan kembali, sehingga memacu jalannya roda organisasi perguruan berlambang harimau ini.
Kembali bicara soal pembinaan dan pemantapan teknik, mental serta disiplin karateka, Budhi mengaku, telah mendiskusikan hal tersebut dengan Komisi Teknik Lemkari Padang, Ramli Malik.
“Saya meminta, anggota MSH Lemkari di Kota Padang menerapkan disiplin latihan yang tinggi,” tutur Budhi. Pengcab Lemkari Kota Padang dalam ujian kenaikan susulan akhir pekan lalu menukar semua sabuk karateka dari putih ke kuning, dari kuning ke hijau dan seterusnya sedangkan untuk karateka sabuk coklat turun kyu untuk persyaratan ujian DAN/sabuk hitam. (can)
|