|
Sejumlah SPBU Kekurangan Pasokan, Saat Harga Bensin Turun |
pdf
|
| cetak |
|
|
Selasa, 02 Desember 2008 |
|
PADANG, METRO--Turunnya harga bensin membuat sejumlah daerah
mengalami kekurangan pasokan. Di sejumlah SPBU di Kota Bukittinggi,
terdapat kekosongan stok sehingga menyebabkan masyarakat kecewa. Ketua
DPD Hiswana Migas Sumbar Rinto Wijaya mengaku, beberapa waktu
belakangan suplai BBM di Sumbar mengalami kekurangan. “Suplai BBM di
Sumbar masih kurang dan hal tersebut tidak mempengaruhi penetrasi dan
munculnya SPBU baru,” ujar Rinto saat dihubungi POSMETRO, Senin (1/12).
Menurutnya, Hiswana Migas Sumbar tidak menemukan adanya kelangkaan BBM jelang penurunan harga oleh pemerintah. Menanggapi kelangkaan BBM yang terjadi di Bukittinggi, menurutnya, hal tersebut sebatas kekurangan suplai BBM ke daerah tersebut. Sistem penyuplaian BBM yang dikuasai Pertamina terkesan menjadi persoalan bagi pengusaha untuk mendapatkan suplai BBM.
Sejauh ini, jatah setiap SPBU terkesan berubah-berubah tanpa standar yang jelas.”Di minyak, besaran permintaan tidak bisa ditaksir. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan nyata yang muncul dari permintaan pasar terhadap BBM,” jelas Rinto. Sistem tersebut diterapkan karena berpatokan pada fluktuatif permintaan BBM pada tiap-tiap SPBU yang tidak sama.
Pantauan POSMETRO di lapangan, sejumlah SPBU di Kota Bukiktinggi belum mendapat pasokan dari Pertamina. Bahkan, antrian panjang terlihat di salah satu SPBU yang masih memiliki stok BBM hingga kemarin siang. Menurut Rinto, Hiswana akan melakukan pantauan terhadap penyaluran BBM ke masyarakat.
“Kita akan tetap proaktif untuk menetralisir kebutuhan BBM masyarakat,” jelasnya. Sejauh ini, Rinto belum mendapatkan laporan bulanan tentang jumlah konsumsi BBM Sumbar sepanjang November. Sesuai aturan, Hiswana hanya memperoleh data laporan per bulan tentang konsumsi BBM masyarakat di penghujung bulan.
Ia berharap, bergulirnya kebijakan penurunan harga BBM oleh pemerintah per 1 Desember tidak mempengaruhi stok untuk Sumbar. Ia meminta, pengusaha SPBU untuk menerapkan kebijakan baru pemerintah tersebut. Pemerintah mengumumkan penurunan harga Rp 500 dari harga sebelumnya. Harga baru BBM Rp 5.500 per liter mulai diterapkan sejak 1 Desember dini hari. (r)
|
|
|
|
|
|
06.01.2009
BATAM, METRO--Gudang logistik Kantor DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata dijadikan ketuanya Abdul Azis yang menjadi tahanan…
07.01.2009 | Metro Padang
SAWAHAN, METRO--Keberadaan polisi tidur (portal jalan) yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku membuat prihatin anggota legislatif Kota Padang.…
|
|