|
Jangan Jadikan Masyarakat Sebagai Objek |
pdf
|
| cetak |
|
|
Rabu, 03 Desember 2008 |
|
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Kepala Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Limopuluah Koto Arius Jonnaidi SE mengatakan, ukuran tingkat kesejahteraan masyarakat tentunya tidak dapat dilihat dari satu sisi saja. Indikator yang dipergunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan tersebut sebaiknya mampu menggambarkan tingkat kesejahteraan secara umum.
“Salah satu yang menjadi indikator komposit yang bisa dipergunakan
dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat adalah Indeks
Pembangunan Manusia (IPM),” ujar Arius kepada POSMETRO, Selasa (2/12)
di ruang kerjannya di Tanjungpati.
IPM atau Human Development Index (HDI) diperkenalkan pertama kali oleh
Unitet Nations Develpoment Programe (UNDP) pada tahun 1990 untuk
mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu negara, sehingga
bisa dipergunakan untuk perbandingan antar wilayah dalam suatu negara.
Maka BPS sejak tahun 1990 telah mulai menyusun IPM seluruh Propinsi dan
kabupaten/kota untuk melihat perbandingan kenerja pembangunan manusia
antar propinsi dan kabupaten/kota.
Dari perspektif UNDP pembangunan manusia dilihat sebagai upaya
sistematis dan terencana untuk membangun kemampuan manusia. UNDP
memformulasikan bahwa pembangunan manusia adalah usaha peningkatan
produktivitas dan pemberdayaan penduduk secara merata.
“Intinya, konsep pembangunan manusia yang dilontarkan oleh UNDP
tersebut merefleksikan keinginan bahwa pembangunan tidak boleh lagi
menempatkan penduduk hanya sebagai objek (tujuan) seperti yang dianut
oleh paradigma lama, tetapi juga harus menempatkan penduduk sebagai
subjek (pelaku) pembangunan, “ujar Arius dengan serius. (nur)
|
|
|
|
|
|
06.01.2009
BATAM, METRO--Gudang logistik Kantor DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata dijadikan ketuanya Abdul Azis yang menjadi tahanan…
07.01.2009 | Metro Padang
SAWAHAN, METRO--Keberadaan polisi tidur (portal jalan) yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku membuat prihatin anggota legislatif Kota Padang.…
|
|