|
SUDIRMAN, METRO-- Antrian panjang kendaraan menghiasi beberapa SPBU di Bukiktinggi pada hari kedua penurunan harga premium, Selasa (2/12). Seperti yang terjadi di SPBU Jalan Sudirman yang tidak bisa lagi menampung kendaraan. Antrian ini terjadi karena lima SPBU sudah tidak memiliki persediaan premium lagi, akibatnya masyarakat menyerbu SPBU yang masih ada persediaan premiumnya.
Pantauan POSMETRO di lapangan sebanyak lima SPBU di Bukiktinggi, sejak
Selasa (2/12) pagi pemilik SPBU sudah memasang pengumuman, bensin sudah
habis. Karyawan pengisian premium lebih banyak duduk santai dan hanya
menunggu kendaraan yang akan mengisi solar. Seperti yang terjadi di
SPBU Gadut Tilatang Kamang.
Hal serupa juga terjadi pada beberapa SPBU lainnya yang juga mengalami
kekosongan SPBU tanpa diketahui secara pasti penyebabnya. Akibat dari
tidak tersedianya premium di lima SPBU itu, maka keuntungan malah
dirasakan SPBU di Jalan Sudirman. Semenjak Selasa pagi sudah terjadi
antrian panjang, karena para pemilik kendaraan mengetahui secara pasti
kalau SPBU jalan Sudirman mempunyai persediaan premium yang cukup.
Antrian yang sampai dua arah yakni dari arah Simpang Stasiun dan arah
Jalan M Syafei mencapai 500 meter sempat mengakibatkan kemacetan. Untuk
mengatasi masalah itu, beberapa anggota Polantas diterjunkan ke lokasi
untuk mengatasi keadaan. Selain itu, polisi juga bertugas menjaga di
areal SPBU untuk mengawasi dan melarang jika ada masyarakat yang
membeli premium dengan dirigen yang sudah jelas-jelas dilarang.
Salah seorang pemilik kendaraan Z Albert yang ditemui koran ini
menyatakan, kalau sudah antri selama satu jam, karena kondisi premium
di dalam tangki mobilnya sudah habis. “Saya sudah antri sekitar satu
jam, karena memang kondisi bensin mobil sudah hampir habis. Tadi sempat
saya melihat kondisi di dua SPBU yang lain ternyata memang premium
habis. Lalu saya putar-putar terus mencari SPBU yang ada
premiumnya,”terangnya dengan nada tenang.
Sementara itu Alwie pengawas SPBU di Jalan Sudirman yang diminta
komentarnya tentang kondisi yang terjadi menyatakan, kelangkaan premium
di beberapa SPBU, karena tidak berani berspekulasi dan takut akan
merugi banyak kalau memesan premium pada akhir bulan kemarin, karena
pada tanggal 1 Desember premium sudah turun.
Sementara untuk SPBU yang
dia kelola, berani saja memesan premium seperti biasa, karena walaupun
dikirim dari Pertamina Padang masih harga lama, tapi kalau pada
pembongkaran sudah masuk harga baru, maka sesuai kebijakan Pertamina
yang diberlakukan adalah harga baru tersebut, jadi tidak akan terjadi
merugi dengan memesan seperti biasanya.
Alwie mengaku dengan kondisi tersebut, pihaknya mendapatkan keuntungan
yang lebih dari biasanya, karena rata-rata seluruh kendaraan yang ada
di Bukiktinggi menyerbu SPBU yang dia kelola. Untuk menjaga ketertiban
dan menghindari adanya masyarakat yang memaksa membeli premium dengan
dirigen, pihaknya juga mendapat bantuan dari petugas kepolisian.”Kalau
sudah dengan polisi, masyarakat tidak berani memaksa untuk membeli
premium dengan dirigen, karena kalau pada pihak SPBU sendiri,
masyarakat bisa memaksa dan mengatakan kalau mereka berani membeli
dengan biaya lebih,”ulasnya.
Disinggung tentang persediaan premium di SPBU, Alwie menyatakan tidak
ada masalah, karena sesuai dengan pesanannya, Selasa (2/12 ) akan
datang dua truk tangki bensin lagi dengan masing-masingnya berisi 14
ribu liter dari satu tangki yang sudah datang sebelumnya.”Untuk
persediaan bensin sendiri di SPBU kita tidak ada masalah. Selagi ada
permintaan akan terus kita layani sesuai persediaan yang ada,” tandas
Alwie. (wan)
|