Antrian Panjang Hiasi SPBU Sudirman, Bensin Habis di Lima SPBU Lainnya pdf  | cetak |
Rabu, 03 Desember 2008
SUDIRMAN, METRO-- Antrian panjang kendaraan menghiasi beberapa SPBU di Bukiktinggi pada hari kedua penurunan harga premium, Selasa (2/12). Seperti yang terjadi di SPBU Jalan  Sudirman yang tidak bisa lagi menampung kendaraan. Antrian ini terjadi karena lima SPBU sudah tidak memiliki persediaan premium lagi, akibatnya masyarakat menyerbu SPBU yang masih ada persediaan premiumnya.
Pantauan POSMETRO di lapangan sebanyak lima SPBU di Bukiktinggi, sejak Selasa (2/12) pagi pemilik SPBU sudah memasang pengumuman, bensin sudah habis. Karyawan pengisian premium lebih banyak duduk santai dan hanya menunggu kendaraan yang akan mengisi solar. Seperti yang terjadi di SPBU Gadut Tilatang Kamang.

Hal serupa juga terjadi pada beberapa SPBU lainnya yang juga mengalami kekosongan SPBU tanpa diketahui secara pasti penyebabnya. Akibat dari tidak tersedianya premium di lima SPBU itu, maka keuntungan malah dirasakan SPBU di Jalan  Sudirman. Semenjak Selasa pagi sudah terjadi antrian panjang, karena para pemilik kendaraan mengetahui secara pasti kalau SPBU jalan Sudirman mempunyai persediaan premium yang cukup.

Antrian yang sampai dua arah yakni dari arah Simpang Stasiun dan arah Jalan M Syafei mencapai 500 meter sempat mengakibatkan kemacetan. Untuk mengatasi masalah itu, beberapa anggota Polantas diterjunkan ke lokasi untuk mengatasi keadaan. Selain itu, polisi juga bertugas menjaga di areal SPBU untuk mengawasi dan melarang jika ada masyarakat yang membeli premium dengan dirigen yang sudah jelas-jelas dilarang.  

Salah seorang pemilik kendaraan Z Albert yang ditemui koran ini menyatakan, kalau sudah antri selama satu jam, karena kondisi premium di dalam tangki mobilnya sudah habis. “Saya sudah antri sekitar satu jam, karena memang kondisi bensin mobil sudah hampir habis. Tadi sempat saya melihat kondisi di dua SPBU yang lain ternyata memang premium habis. Lalu saya putar-putar terus mencari SPBU yang ada premiumnya,”terangnya dengan nada tenang.

Sementara itu Alwie pengawas SPBU di Jalan Sudirman yang diminta komentarnya tentang kondisi yang terjadi menyatakan, kelangkaan premium di beberapa SPBU, karena tidak berani berspekulasi dan takut akan merugi banyak kalau memesan premium pada akhir bulan kemarin, karena pada tanggal 1 Desember premium sudah turun.

Sementara untuk SPBU yang dia kelola, berani saja memesan premium seperti biasa, karena walaupun dikirim dari Pertamina Padang masih harga lama, tapi kalau pada pembongkaran sudah masuk harga baru, maka sesuai kebijakan Pertamina yang diberlakukan adalah harga baru tersebut, jadi tidak akan terjadi merugi dengan memesan seperti biasanya.  

Alwie mengaku dengan kondisi tersebut, pihaknya mendapatkan keuntungan yang lebih dari biasanya, karena rata-rata seluruh kendaraan yang ada di Bukiktinggi menyerbu SPBU yang dia kelola. Untuk menjaga ketertiban dan menghindari adanya masyarakat yang memaksa membeli premium dengan dirigen, pihaknya juga mendapat bantuan dari petugas kepolisian.”Kalau sudah dengan polisi, masyarakat tidak berani memaksa untuk membeli premium dengan dirigen, karena kalau pada pihak SPBU sendiri, masyarakat bisa memaksa dan mengatakan kalau mereka berani membeli dengan biaya lebih,”ulasnya.

Disinggung tentang persediaan premium di SPBU, Alwie menyatakan tidak ada masalah, karena sesuai dengan pesanannya, Selasa (2/12 ) akan datang dua truk tangki bensin lagi dengan masing-masingnya berisi 14 ribu liter dari satu tangki yang sudah datang sebelumnya.”Untuk persediaan bensin sendiri di SPBU kita tidak ada masalah. Selagi ada permintaan akan terus kita layani sesuai persediaan yang ada,” tandas Alwie. (wan)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Dukun Gandakan Uang di Kantor Partai Demokrat, Pengurus DPD Kaget Didatangi Polisi Jambi

06.01.2009

BATAM, METRO--Gudang logistik Kantor DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata dijadikan ketuanya Abdul Azis yang menjadi tahanan…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Polisi Tidur Rentan Bahaya

07.01.2009 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO--Keberadaan polisi tidur (portal jalan) yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku membuat prihatin anggota legislatif Kota Padang.…



advert-4.jpg

indosat.gif