|
Pengelola SPBU Nakal |
pdf
|
| cetak |
|
|
Rabu, 03 Desember 2008 |
|
STOK BBM jenis bensin di Sumbar pascapenurunan harga yang dilakukan pemerintah terhitung sejak 1 Desember kemarin tetap aman. Kelangkaan yang terjadi di beberapa SPBU di Sumbar terjadi karena tingginya permintaan bensin sejak Senin kemarin.
“Stok BBM Sumbar yang ada di Taluak Kabuang aman. Tidak ada persoalan,
suplai BBM ke SPBU tetap normal seperti jadwal biasa,” ujar Sarwoto
saat dihubungi POSMETRO kemarin. Hingga sore kemarin, Pertamina Unit Pemasaran Padang mengklaim kondisi
di sejumlah SPBU di Sumbar berjalan normal.
Sejumlah SPBU di Kota
Padang terlihat tutup siang kemarin karena belum mendapatkan suplai BBM
dari Pertamina. Sarwoto membantah jika Pertamina terlambat untuk
menyalurkan BBM ke sejumlah SPBU. Menurutnya, tingginya permintaan akan
BBM membuat stok minyak di sejumlah SPBU tidak mencukupi.
Sebelumnya, satu hari jelang pengumuman naiknya harga BBM, sejumlah SPBU di Bukiktinggi juga mengalami kekurangan pasokan.
Menurut Sarwoto, satuan petugas (Satgas) pemantau yang dibentuk
Pertamina akan terus beroperasi hingga Senin minggu depan
mengantisipasi pengusaha SPBU nakal. Sejauh ini, Pertamina Padang,
belum menemukan adanya pengusaha SPBU yang nakal menahan untuk tidak
mencairkan DO (delivery order) yang dikantonginya.
“Memang ada sejumlah SPBU yang tidak mencairkan seluruh DO yang
dimilikinya. Yah, mereka juga tidak ingin rugi terlalu banyak,” jelas
Sarwoto. Sejauh ini, tim Pertamina menemukan adanya SPBU yang
mencairkan 3 DO dari 4 DO yang dimilikinya. Setiap DO berkapasitas
14.000 liter. Rata-rata, konsumsi BBM jenis bensin di Sumbar mencapai
1.300 kl per hari.
Ia mengatakan, permintaan tersebut merupakan permintaan nyata sesuai
dengan konsumsi masyarakat Sumbar per hari. Dua hari setelah penurunan
harga BBM oleh pemerintah sebesar Rp 500, konsumsi BBM masyarakat
Sumbar diperkirakan melebihi konsumsi rata-rata dalam keadaan normal.
Sarwoto berharap, pihaknya bisa bekerja sama dengan sejumlah pengusaha
SPBU untuk menstabilkan kondisi.
“Jika ditemukan ada pengusaha SPBU yang nakal, akan kita lakukan pembinaan. Bagaimanapun mereka mitra kita,” ujar Sarwoto.(r)
|
|
|
|
|
|
06.01.2009
BATAM, METRO--Gudang logistik Kantor DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata dijadikan ketuanya Abdul Azis yang menjadi tahanan…
07.01.2009 | Metro Padang
SAWAHAN, METRO--Keberadaan polisi tidur (portal jalan) yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku membuat prihatin anggota legislatif Kota Padang.…
|
|