|
KHATIB SULAIMAN, METRO-- Sejumlah SPBU di Padang tidak mampu melayani permintaan kebutuhan BBM jenis bensin. Satu hari setelah pengumuman pemerintah menurunkan harga bensin Rp 500, beberapa SPBU justru tutup karena kehabisan stok.
SPBU Khatib Sulaiman terlihat tutup karena tidak memiliki persediaan
bensin. Menurut salah seorang petugas SPBU setempat, kelangkaan BBM
terjadi karena suplai minyak dari Pertamina belum datang. “Suplai
minyaknya belum sampai bang,” ujar salah seorang petugas SPBU tersebut
pada para pelanggan yang terlanjur nyasar untuk mengisi BBM, Selasa
(2/12).
Siang kemarin sekitar pukul 12.00 WIB, SPBU di Khatib Sulaiman jelang
Simpang Presiden sudah kehabisan BBM. Sebuah plang kecil bertuliskan
BBM habis dipasang di areal SPBU untuk memberitahu konsumen yang
melintasi kawasan tersebut. Sebelumnya, sejumlah SPBU terlihat dipadati
pembeli.
Di SPBU Jati, antrean mulai terlihat sejak pukul 10.00 WIB. Tempat
pengisian yang biasanya digunakan pengendara sepeda motor, siang
kemarin tak berfungsi karena keterbatasan stok BBM.
Antrean mulai
terlihat panjang beberapa jam kemudian. Menurut salah seorang
pengendara yang sedang mengisi bensin di SPBU Jati, mereka bersedia
antre mendapatkan BBM karena ketakutan akan kehabisan stok.
“Kalau tidak dibeli sekarang, nanti malah tidak kebagian bensin. Kata
pemberitaan media massa barusan bensin mulai langka,” ujar Zulhendri
(35) karyawan di salah satu perusahaan otomotif di Padang.
Hal serupa juga terlihat di SPBU Sawahan, sekitar pukul 07.00 WIB
banyak pengendara kendaraan bermotor kecewa karena hanya bisa melihat
tulisan BBM Habis, akibat ditutupnya SPBU ini, beberapa pengendara
sepeda motor terlihat mendorong sepeda motornya ke arah Simpang Haru
untuk mencari penjual bensin.
Masih seputar SPBU, di SPBU Dr Sutomo di Marapalam juga terlihat
dipasang tulisan BBM Habis, kejadian serupa dengan di SPBU Sawahan,
beberapa pengendara kenderaan bermotor terlihat kecewa, bahkan ada yang
menggerutu,”Malah turun, bensin habis,” kesal salah seorang pengendara
sepeda motor.
DO Tak Dikurangi
Sementara, Ketua DPD Himpunan Swasta Nasional (Hiswana) Migas Sumbar
Rinto Wijaya mengaku pasokan BBM tidak terganggu. “Dari DO (delevery
order) yang ada tidak terjadi pengurangan. Mungkin pasokan belum
sampai,” jelas Rinto saat dihubungi POSMETRO. Sebelumnya Rinto
mengakui, suplai BBM ke sejumlah SPBU sedikit terkendala.
Ia mengaku, Hiswana tetap menurunkan Satgas untuk mengawasi jalannya
suplai BBM oleh Pertamina. Sejauh ini, pihaknya tidak bisa memberikan
sanksi terhadap pengusaha SPBU yang nakal menahan-nahan stok BBM yang
ada. “Kita tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi. Semua itu
menjadi tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Pertamina,” ujarnya.(r/def)
|