|
PADANG, METRO-- Perebutan kursi nomor satu KONI Sumbar semakin memanas. Setelah Syarial SH (mantan ketua harian KONI), Budi Prakoso (mantan ketua IMI Sumbar), Basril Taher (ketua umum Porlasi Sumbar) memperlihatkan keseriusannya untuk memimpin otoritas tertinggi olah raga Ranah Minang dengan mengembalikan formulir pendaftaran.
Kemarin, Ketua Umum PRSI Sumbar Azhar Latif bersama timnya datang ke
sekretariat KONI Sumbar untuk mengikuti jejak tiga kandidat ketua umum
KONI lainnya mengembalikan formulir pendaftaran. “Saya sudah siap
menjadi ketua umum KONI. Kesiapan itu saya buktikan dengan
mengembalikan formulir,” ujar Azhar Latif kepada wartawan usai
mengembalikan formulir.
Keikutsertaan Direktur PDAM ini bertarung
dalam Musprov KONI Sumbar yang bakal ditabuh 11-12 Desember mendatang
bukan untuk mengangkat popularitas. Tapi demi untuk olah raga Sumbar
ke depan. Keterlibatannya dalam bursa ketua umum nanti ingin
mengembangkan dan menularkan kemampuan yang dimilikinya demi kemajuan
olah raga Ranah Minang empat tahun mendatang.
“Saya maju murni
untuk memajukan olah raga Sumbar. Bukan untuk mencari popularitas.
Tantangan akan semakin berat, saya lihat tantangan itu bisa saya emban
dengan membuat program yang jelas,” ungkapnya.
Katanya, bila dalam
Musprov nanti, floor menyepakati dia sebagai ketua umum, maka beberapa
program telah disusun. Di antaranya meningkatkan anggaran keolahragaan
melalui APBD serta menjalin kerjasama dengan dunia usaha melalui sistem
bapak angkat.
Menjadikan KONI sebagai organisasi penyediaan program
penjaminan kesejahteraan masa depan bagi atlet, pelatih dan pengurusan
serta pelaku olah raga.“Selain itu, saya juga akan memantapkan pola
koordinasi, kerja sama, pengurus cabang olahraga khususnya dalam
penyusunan program pembinaan dan pelatihan bagi atlet,” terangya.
Terkait
dengan UU No 3 Tahun 2005 yang melarang pejabat publik menjadi ketua
umum KONI, dengan tegas dia mengatakan bahwa Dirut PDAM tidak pejabat
publik. Dia adalah pejabat profesional.”Saya tidak pejabat publik, tapi
profesional. Jadi itu tidak ada persoalan, buktinya di KONI Jawa Barat,
ketua umumnya Direktur BPD Jawa Barat,” tegasnya.
Kalau masalah
waktu, antara PDAM dan KONI, Azhar Latif berjanji akan menyesuaikan.
Kapan di PDAM dan kapan di KONI. Kalau perlu di KONI ini akan dibuat
direktur eksekutif yang profesional.” Soal waktu tidak ada masalah.
Bila terpilih jabatan lain di cabang olahraga akan saya lepaskan,”
terangnya. (can)
|