Azhar Latif Kembalikan Formulir, “Saya Pejabat Profesional” pdf  | cetak |
Rabu, 03 Desember 2008
PADANG, METRO-- Perebutan kursi nomor satu KONI Sumbar semakin memanas. Setelah Syarial SH (mantan ketua harian KONI), Budi Prakoso (mantan ketua IMI Sumbar), Basril Taher (ketua umum Porlasi Sumbar) memperlihatkan keseriusannya untuk memimpin otoritas tertinggi olah raga Ranah Minang dengan mengembalikan formulir pendaftaran.
Kemarin, Ketua Umum PRSI Sumbar Azhar Latif bersama timnya datang ke sekretariat KONI Sumbar untuk mengikuti jejak tiga kandidat ketua umum KONI lainnya mengembalikan formulir pendaftaran. “Saya sudah siap menjadi ketua umum KONI. Kesiapan itu saya buktikan dengan mengembalikan formulir,” ujar Azhar Latif kepada wartawan usai mengembalikan formulir.

Keikutsertaan Direktur PDAM ini bertarung dalam Musprov KONI Sumbar yang bakal ditabuh 11-12 Desember mendatang bukan untuk mengangkat  popularitas. Tapi demi untuk olah raga Sumbar ke depan. Keterlibatannya dalam bursa ketua umum nanti ingin mengembangkan dan menularkan kemampuan yang dimilikinya demi kemajuan olah raga Ranah Minang empat tahun mendatang.

“Saya maju murni untuk memajukan olah raga Sumbar. Bukan untuk mencari popularitas. Tantangan akan semakin berat, saya lihat tantangan itu bisa saya emban dengan membuat program yang jelas,” ungkapnya.

Katanya, bila dalam Musprov nanti, floor menyepakati dia sebagai ketua umum, maka beberapa program telah disusun. Di antaranya meningkatkan anggaran keolahragaan melalui APBD serta menjalin kerjasama dengan dunia usaha melalui sistem bapak angkat.

Menjadikan KONI sebagai organisasi penyediaan program penjaminan kesejahteraan masa depan bagi atlet, pelatih dan pengurusan serta pelaku olah raga.“Selain itu, saya juga akan memantapkan pola koordinasi, kerja sama, pengurus cabang olahraga khususnya dalam penyusunan program pembinaan dan pelatihan bagi atlet,” terangya.

Terkait dengan UU No 3 Tahun 2005 yang melarang pejabat publik menjadi ketua umum KONI, dengan tegas dia mengatakan bahwa Dirut PDAM tidak pejabat publik. Dia adalah pejabat profesional.”Saya tidak pejabat publik, tapi profesional. Jadi itu tidak ada persoalan, buktinya di KONI Jawa Barat, ketua umumnya Direktur BPD Jawa Barat,” tegasnya.

Kalau masalah waktu, antara PDAM dan KONI, Azhar Latif berjanji akan menyesuaikan. Kapan di PDAM dan kapan di KONI. Kalau perlu di KONI ini akan dibuat direktur eksekutif yang profesional.” Soal waktu tidak ada masalah. Bila terpilih jabatan lain di cabang olahraga akan saya lepaskan,” terangnya. (can)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Dukun Gandakan Uang di Kantor Partai Demokrat, Pengurus DPD Kaget Didatangi Polisi Jambi

06.01.2009

BATAM, METRO--Gudang logistik Kantor DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata dijadikan ketuanya Abdul Azis yang menjadi tahanan…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Polisi Tidur Rentan Bahaya

07.01.2009 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO--Keberadaan polisi tidur (portal jalan) yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku membuat prihatin anggota legislatif Kota Padang.…



advert-4.jpg

indosat.gif