|
PADANG, METRO-- PSP Padang bisa bernafas lega, setelah DPRD Padang dalam rapat Paripurna di Gedung Dewan Selasa (2/12) , menyetujui dana tambahan sebesar Rp 1 miliar dari perubahan APBD 2008.
Namun, Ketua Umum PSP Drs H Yusman Kasim MM mengaku, dana tersebut
masih belum mencukupi.“Kami berterima kasih dengan dana tambahan ini.
Tapi, untuk membiayai kegiatan PSP di putaran kedua mendatang, tentu
masih jauh dari cukup,” kata Yusman yang juga Wakil Wali Kota Padang
ini usai rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Padang H Masdi
Ardi SSos itu.
Katanya, anggaran tersebut belum bisa menutupi kebutuhan PSP saat ini.
Dana tersebut hanya akan cukup untuk membayar gaji pemain, honor
pelatih dan konsumsi pemain yang selama ini belum dibayar, atau
berutang pada pihak lain. “Kita tentu masih membutuhkan biaya untuk
bekal putaran kedua yang segera dimulai,” kata Yusman Kasim yang masih
basitungkin mengumpulkan dana untuk PSP Padang.
Yusman juga mengeluhkan kurangnya perhatian warga kota kepada PSP
Padang yang bertanding, terutama di kandang sendiri. “Ini adalah
kelemahan kita yang tidak mampu mendatangkan banyak penonton ke stadion
dan tidak membantu PSP Padang,” kata Yusman.
Dengan tegas Yusman Kasim menyebutkan, kalau dalam waktu dekat bantuan
tidak juga datang kepada PSP Padang, mereka akan segera menyerahkan
klub sepak bola itu kepada “pemilik” nya yaitu warga kota. “Pengurus
bukanlah pemilik PSP. Kami hanyalah orang-orang yang diberi kepercayaan
untuk mengelola PSP. Kalau memang tidak mampu lagi, kita akan tarik
diri saja dari putaran kedua,” pungkas Yusman Kasim.
Adanya beberapa kalangan yang menyarankan PSP dialihkan kepada pihak
swasta, masih belum mendapat respon positif dari Yusman Kasim. Secara
garis besar Yusman enggan kalau PSP harus dikelola swasta. Karena pihak
swasta hanya akan berorientasi kepada profit atau keuntungan.
Sementara, untuk PSP belum ada jaminan akan memberikan keuntungan
kepada satu pihak. Yusman masih menyayangkan rendahnya “apresiasi” Pemko Padang untuk
membantu pembiayaan PSP. Karena, dengan dana total Rp 2,5 miliar (Rp
1,5 miliar pada APBD 2008), prestasi yang akan didapat hanya sebatas
bermain saja. Untuk bertahan saja (tidak degradasi-red), PSP masih
sangat sulit. “Lihatlan Tembilahan yang mengalokasikan dana Rp 16
miliar untuk kemajuan sepak bolanya,” kata Yusman.
Dalam pandangan akhirnya, Fraksi PKS DPRD Padang melalui Nurna Eva
Karmila BSc menyebutkan, tambahan anggaran PSP Padang itu diharapkan
dapat menjadi motivasi lebih klub itu untuk mengukir prestasi di Liga
Indonesia. Di sisi lain, Nurna masih mengharapkan PSP dapat
berkoordinasi dengan pihak swasta untuk menghidupkan kembali
prestasi-prestasi yang ada selama ini.(rvi)
|