Saat ini ada 2 tamu online
Masdi Zais SPd (Kasi Diklat), BLK Tak Termanfaatkan pdf  | cetak |
Rabu, 03 Desember 2008
KEBERADAAN Unit Pelayanan Terpadu Balai Latihan Kerja (UPT BLK) belum termanfaatkan secara penuh. Terlebih oleh masyarakat luar Kota Padang. Terbukti, selama tahun anggaran 2008, belum ada satu pun masyarakat atau kelompok kerja luar Kota Padang yang melakukan pelatihan. Jadilah BLK hanya sebagai tempat latihan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kepala UPT BLK Drs Syafrudin Abbas melalui Kasi Diklat Masdi Zais SPd mengatakan, hingga hari ini, Selasa (2/12), yang selalu eksis melakukan pelatihan di BLK adalah siswa SMK. Dua SMK yakni SMKN 1 Padang dan SMKN 8 Padang adalah dua sekolah yang selalu mengirimkan siswanya ke BLK. Dari kalangan umum, hanya ada Sanggar Kegiatan Belajar Padang yang sedang melakukan pelatihan elektronika dasar.

“Masyarakat belum memanfaatkan penuh, padahal BLK bukan untuk warga Kota Padang saja, tapi semua elemen masyarakat di Sumbar. Dalam pelatihan kita memang mengutamakan pelajar SMK, tapi itu tidak menutup kemungkinan masyarakat umum untuk belajar. Bagi sekolah swasta, kami juga membuka diri, tidak ada kasta dalam memberikan pelatihan,” kata Masdi Zais kepada POSMETRO di ruang kerjanya, Selasa (2/12).

Berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare, BLK mempunyai lima ruangan pelatihan. Ruang pelatihan elektronik, bangunan, mesin listrik, mesin dan otomotif adalah tempat yang disediakan bagi masyarakat umum dan pelajar yang ingin memperdalam ilmu. Khusus masyarakat umum, BLK membebankan biaya makan guru. BLK juga menyediakan 70 tenaga guru handal untuk mengasah otak bagi peserta pelatihan.

“Kita memiliki lima jurusan yang terbagi dalam lima ruang. Di dalam ruangan itu tersedia berbagai alat lengkap untuk pelatihan. Kita memberikan subsidi pemakaian perlengkapan pelatihan. Kenapa semua ini tidak dipergunakan dengan baik?” tanya Masdi Zais.

Sebagai unit yang bertujuan mencerdaskan bangsa, BLK dituntut bisa mencetak tenaga handal yang sudah ditentukan. Sekarang, tinggal sikap masyarakat saja. “Pergunakan BLK untuk menimba keahlian. Buat apa berebutan menjadi orang gajian, kalau kita memiliki skill untuk menjadi pemimpin. Jadi orang gajian, walau berstatus pegawai belum tentu senang. Lebih baik mandiri. Kita merdeka dengan diri sendiri,” ulas Zais. (o)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Dukun Gandakan Uang di Kantor Partai Demokrat, Pengurus DPD Kaget Didatangi Polisi Jambi

06.01.2009

BATAM, METRO--Gudang logistik Kantor DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata dijadikan ketuanya Abdul Azis yang menjadi tahanan…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Polisi Tidur Rentan Bahaya

07.01.2009 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO--Keberadaan polisi tidur (portal jalan) yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku membuat prihatin anggota legislatif Kota Padang.…



advert-4.jpg

indosat.gif