Saat ini ada 1 tamu online
Peserta Pelatihan di BLK Padang, Lebih Enak Mandiri pdf  | cetak |
Rabu, 03 Desember 2008
DERU mesin ketam perata terdengar memekakkan telinga. Tidak hanya dalam ruang jurusan saja suara itu terdengar, suaranya menggema di areal Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbar yang luasnya sekitar 4,5 Ha. Tiga orang yang sedang melakukan pelatihan terlihat teliti mencocokkan garis ketaman, menjelang memasukannya ke dalam mesin. Ampas ketam menyebar ke penjuru ruangan.
Ibarat Kapal pecah. Begitulah suasana yang tergambar ketika memasuki ruang bangunan BLK. Belasan mesin untuk menunjang pelatihan terlihat memenuhi bangunan persegi panjang, yang dijadikan tempat mengadakan pelatihan bagi masyarakat yang ingin mendalami teori pertukangan itu. Tingginya mesin hampir 2 meter. Ada mesin perata, bor ketam, gergaji pita dan gergaji pemotong yang mempunyai gigi tajam. Tak terbayangkan jika tangan yang masuk ke dalam mesin itu.

Umumnya mesin bermerek Harwi made in Belanda. Setiap mesin tertera tulisan inventarisasi BMN, pertanda mesin itu berasal dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Di sudut ruangan, sebuah mesin gergaji pita terlihat sudah berkarat. “Mesin itu rusak. Sudah lama tidak diperbaiki,”celoteh salah seorang peserta pelatihan yang tampak asyik bekerja.

Kasi Diklat BLT Masdi Zais Spd mengatakan, mereka adalah orang-orang yang melaksanakan pelatihan. Peserta diberikan ilmu hingga benar-benar mengerti dengan apa yang dipelajari. “Kita tidak main-main mencetak tenaga handal. Bagaimanapun juga, yang mengikuti pelatihan ini pasti orang-orang yang ingin merubah hidup dan ingin berusaha sendiri. Apa salahnya ditolong,” katanya sembari memberikan sedikit arahan kepada “muridnya”.

Salah seorang peserta pelatihan Hen (34) menyatakan, ikut pelatihan karena ingin bekerja sendiri tanpa diperintah orang lain. “Tak enak rasanya bekerja di bawah tekanan. Walaupun menjadi PNS sekaligus, saya tidak berminat. Lebih baik menjadi tukang. Walau gajinya tidak seberapa, tapi kita tidak diperintah,” jelas Hen.

Suasana makin bising, ketika Pak Rul (51) menghidupkan mesin gergaji pita. Mata rantai tajam gergaji bergerak, membelah kayu. Gayanya persis seperti orang yang sudah mahir, kendati masih dalam tahap latihan. Selama ini Pak Rul memang bekerja sebagai tukang, namun dia masih ingin menambah ilmunya. Pelatihan itu pun diikuti.

“Banyak yang saya dapatkan dari latihan ini. Guru yang mengajar benar-benar memberikan ilmu. Walaupun membayar, tapi itu tidak seberapa dengan ilmu yang saya dapat,” ujar Pak Rul.(o)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Dukun Gandakan Uang di Kantor Partai Demokrat, Pengurus DPD Kaget Didatangi Polisi Jambi

06.01.2009

BATAM, METRO--Gudang logistik Kantor DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata dijadikan ketuanya Abdul Azis yang menjadi tahanan…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Polisi Tidur Rentan Bahaya

07.01.2009 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO--Keberadaan polisi tidur (portal jalan) yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku membuat prihatin anggota legislatif Kota Padang.…



advert-4.jpg

indosat.gif