|
BUKIKTINGGI, METRO-- Jika tak ada aral melintang, dalam waktu dekat sebuah stasiun televisi swasta segera hadir di Bukiktinggi. Berbendera Tri Arga Media Televisi. Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) sebagai salah satu proses yang harus dilalui, telah dilaksanakan kemarin.
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat, sebagai pihak
yang berwenang, menyelenggarakan EDP tersebut di Hotel Pusako
Bukiktinggi, dihadiri oleh berbagai komponen masyarakat Bukittinggi.
Kehadiran komponen tersebut untuk memberikan saran, kritik dan masukan
bagi KPID sebelum mengambil putusan untuk merekomendasi layak atau
tidaknya kehadiran stasiun TV.
Pada EDP antara KPID Sumatera Barat dengan Komisaris PT Tri Arga Media
Televisi H Marah Suryanto dan Direktur H St Zaili Asril bersama crew PT
Tri Arga Media Televisi tersebut, Ketua KPID Sumatera Barat Feri Zen
menilai, kehadiran televisi di Bukitkinggi, merupakan sebuah langkah
maju yang coverage area-nya tentu lebih luas dari Padang. Namun,
masyarakat perlu memberi masukan dan kritikan, sehingga kehadiran
sebuah televisi lebih memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat
luas.
Namun demikian, KPID Sumatera Barat yang tugas utamanya adalah mengatur
isi siaran, berharap agar operasionalnya disesuaikan dengan ketentuan
Undang-Undang, dalam menjaga integritas nasional, terbinanya watak dan
jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, memajukan kesejahteraan
umum dan kecerdasan kehidupan bangsa.
“Kita berharap local content nantinya akan banyak muatan-muatan yang
ada di sekitar daerah coverage area-nya, sehingga masyarakat merasa
memiliki, karena kelak akan menjadi milik masyarakat. Untuk itu, pihak
PT Tri Arga Media Televisi tentu harus bekerja keras, di samping adanya
kompetitor lain dari televisi lokal dan televisi publik lainnya,” kata
Feri Zen yang didampingi dua anggota KPID Fitria Adona dan Wirnita
Eska.
Sebagai televisi baru, katanya, tentu banyak hambatannya dan harus
bekerja keras. Namun demikian, terlihat dari yang hadir pada EDP bahwa
mereka sangat mengharapkan kehadiran televisi ini. Sehingga dengan
hadirnya televisi ini diharapkan akan menambah ragam bentuk siaran, dan
masyarakat pun bebas memilih.
Dia juga berharap, agar menayangkan tontotan yang layak, tidak ada
kekerasan, tidak ada ada pornoaksi dan tidak sadisme. “Setiap hari di
radio saya pasang iklan layanan masyarakat, agar orang tua mendampingi
anak-anak dalam menonton. Karena tayangan televisi itu ada batasan yang
bisa ditonton untuk umum. Terkadang tayangan untuk orang dewasa yang
menonton anak-anak. Maka tugas orang tualah untuk memberikan arahan
bahwa tayangan itu tidak baik untuk anak-anak,”ujarnya.
Namun demikian, secara global KPI juga telah mematok diam-diam siaran,
misalnya iklan rokok tidak boleh ditayangkan siang hari, kecuali
setelah pukul 21.00 Wib ke atas. Begitu juga tayangan untuk orang
dewasa setelah pukul 24.00 WIB. Kalau siang adalah tayangan untuk umum.
Kemudian juga harus diberi kode bahwa tayangan itu umum atau semua umur
atau untuk orang dewasa.
Sebetulnya, sebut Fri Zen, editing terakhir itu ada pada pemilik
televisi. Jadi, bagaimana menjaga moral bangsa adalah merupakan
tanggungjawab dari pemegang izin. “KPI akan menindak apabila ada
laporan dari masyarakat. Karena kita tahu adanya P3SPS (Pedoman Prilaku
Penyiaran dan Standar Program Siaran). Itulah yang perlu dipedomani.
Kalau tidak melanggar, silahkan. KPI juga tidak akan menegur dan tidak
macam-macam. Karena kita tahu, bahwa mengelola tidak mudah, dan
tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan puluhan tahun orang
baru bisa mengelola televisi. Namun terkadang pengelola televisi harus
diingatkan, apalagi siaran di Bukiktinggi, karena yang akan memutuskan
boleh atau tidaknya adalah masyarakat Bukiktinggi sendiri. “Jadi, pandai-pandailah menyesuaikan diri dengan masyarakat,”harapnya.
Dalam EDP yang dipimpin Wirnita tersebut, banyak masukan dan kritikan
yang diberikan peserta yang hadir. Mereka juga berharap, Tri Arga Media
Televisi segera tayang di Bukiktinggi. Menyikapi hal itu, Direktur Tri
Arga Media Televisi, H St Zaili Asril menjelaskan, berbagai kelengkapan
dan persyaratan akan segera dilengkapi. “Kami sangat berterima kasih
atas segala masukannya, sehingga kehadiran TV baru ini kelak akan
membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” ujar Zaili Asril. (suk)
|