|
SAWAHAN, METRO--Anggota Komisi A DPRD Padang Dra Yasnida
Syamsuddin MM mendesak wali kota segera melantik SOTK (susunan
organisasi tata kerja) yang baru. Dia mempertanyakan, setelah masuknya
Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas serta Platfon Anggaran
Sementara (PPAS) APBD 2009, siapa yang akan menyusun Rancangan Anggaran
Sementara (RAS).
“Karena belum ada orang yang mengisi jabatan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang baru, tentu pembuatan RAS akan diserahkan sepenuhnya kepada TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah). Apakah bisa nyambung nanti dengan kepala SKPD yang baru?” aku kader Partai Bulan Bintang (PBB) ini, Rabu (3/12) di Gedung Dewan.
Dia meminta wali kota segera menyusun dan melantik SOTK baru pada pertengahan Desember 2008 ini. Jangan sampai ketiadaan SOTK akan memperlambat proses pembahasan APBD 2009 yang sudah ada KUA dan PPAS-nya. “Dulu Pak Wali berjanji, SOTK baru akan digunakan sebagai acuan APBD 2009. Sekarang, KUA dan PPAS nya sudah menggunakan struktur baru, tetapi orangnya saja yang tidak ada,” kata sekretaris Fraksi Bintang Persatuan Indonesia (FBPI) ini.
Senada Yasnida, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) Zulherman SPd MM Dt Bandaro Sati juga menyebutkan, kalau penyusunan RAS dilakukan TAPD saja, maka pimpinan SKPD yang baru dijamin akan kebingungan dan tidak akan maksimal dalam bekerja. Bisa-bisa, kata Zulherman, para pimpinan SKPD ini akan menunggu perubahan anggaran untuk melaksanakan program-program unggulannya. “Dari segi politis, sekarang adalah waktu yang tepat bagi wali kota untuk menempatkan orang-orangnya dalam kabinet.
Karena, saat ini dia masih berkuasa atas SK lama yang berakhir 18 Februari 2009 mendatang. Kalau disahkan setelah dilantik, tentu harus menggunakan pertimbangan dari pasangan barunya,” kata Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Padang ini. Tapi, Zulherman dan Yasnida sepakat, meski memiliki hak prerogratif, wali kota harus menggunakan banyak pertimbangan untuk menempatkan orang-orang dalam SOTK.
Mekanisme yang telah diatur juga harus dilakukan, termasuk meminta pendapat dari Baperjakat (badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan). Jangan sampai orang-orang yang ditempatkan hanya berdasarkan kedekatan emosional tanpa adanya kualitas dan jenjang karier. “Saya rasa, pengalaman 1 periode jadi wali kota sudah cukup untuk Fauzi Bahar membuat keputusan yang tepat,” tambah Yasnida.
Sementara, Asisten I/Tata Praja Pemko Padang H Syafril Basyir SH menyebutkan, penyusunan SOTK baru masih terus berlangsung. Dia mengaku belum tahu pasti, siapa-siapa saja yang akan duduk. “Kemungkinan besar, wali kota akan mengumumkannya pertengahan Desember ini. Agar para kepala SKPD baru dapat mengawal proses pembahasan APBD 2009,” kata mantan Sekretaris DPRD Padang ini.(rvi)
|