|
SAWAHAN, METRO--Meski terlambat, Pemko Padang tetap meningkatkan
dana APBD 2009 sebesar 20 persen dari tahun sebelumnya. Jika pada
perubahan APBD 2008 anggaran ibu kota ini mencapai Rp 1 triliun, pada
tahun depan bertambah menjadi Rp 1,2 triliun.
Jumlah ini sedikit lebih kurang dari APBD Sumbar yang mencapai Rp 1,7 triliun. Wali Kota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi menyampaikan jumlah tersebut dalam rapat paripurna DPRD Padang, Rabu (3/12) yang dipimpin Ketua DPRD Padang Hadison SSi Apt.
Fauzi menyebutkan, jumlah Rp 1,2 T itu adalah anggaran belanja daerah yang didominasi oleh dana perimbangan tahun mendatang. Dari rancangan belanja daerah itu, kata Fauzi, sebanyak Rp 681,85 miliar atau 56, 75 persen dialokasikan untuk belanja tidak langsung. Seperti gaji pegawai (Rp 639 M), belanja subsidi (Rp 250 juta), belanja hibah (21 M), belanja bantuan sosial (Rp 16 M) dan belanja tidak terduga (Rp 5 miliar).
Sisa anggaran itu dibelanjakan dalam bentuk belanja langsung (pembangunan-red) sebesar Rp 520,09 M atau 53,25 persen. Dana ini akan dibagi dalam 33 urusan wajib dan pilihan sesuai dengan SOTK (Susunan Organisasi Tata Kerja) yang baru. “Urusan ke Pekerjaan Umum (PU) masih menjadi titik yang mendapat anggaran terbesar dengan alokasi dana Rp 82,19 Miliar,” tandas Fauzi Bahar.
Setelah PU, Pemko Padang juga mulai memberikan porsi besar kepada bidang pendidikan dan kesehatan yang mencapai Rp 52 miliar dan Rp 35,9 miliar. Sedangkan untuk urusan perhubungan dan pertanahan diberikan anggaran Rp 19,66 miliar dan 28,55 miliar. “Diperkirakan pada tahun 2009 target pertumbuhan ekonomi (PE) sebesar 6,0 persen. Target ini dapat dicapai melalui 9 sektor lapangan usaha,” kata Fauzi Bahar.
Adapun sektor tersebut adalah pertanian, pertambangan dan penggalian, pengolahan, listrik, gas dan air bersih, bangunan, pedagangan hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaaan dan jasa serta sektor jasa-jasa. “Target akan cepat tercapai dengan peningkatan aktivitas berbagai sektor dominan yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.
Pendapatan Turun
Meski kenaikan belanja daerah meningkat, ternyata proyeksi wali kota pada APBD 2009 tidak akan meningkatkan pendapatan. Dia menyatakan, pendapatan tahun depan akan menurun 4,21 persen dari tahun 2008. Dari Rp 922,41 M menjadi Rp 885,15 M. Pendapatan itu dibagi dalam pendapatan asli daerah (PAD) Rp 121,2 M, dana perimbangan Rp 730,9 M dan pendapatan lain-lain Rp 33 M.
Ketua Komisi D DPRD Padang Syahbuddin BSW menyebutkan, meski wali kota mengharapkan ketuk palu APBD 2009 dilakukan pertengahan Januari 2009, dia mengaku tidak akan tercapai. Karena, tahapan yang dilalui baru sebatas KUA dan PPAS saja. “Masih banyak tahapan yang harus dilalui. Tidak mungkin dewan hanya memberikan persetujuan saja tanpa koreksi yang jelas,” kata kader Partai Bulan Bintang (PBB) ini.(rvi)
|