“Proteksi Ekonomi Mahalkan Mita” pdf  | cetak |
Kamis, 04 Desember 2008
PROTEKSI ekonomi yang dilakukan pemerintah, menjadi penyebab mahalnya harga minyak tanah (Mita). Selain itu, distribusi Mita menjadi terbatas karena adanya praktek monopoli. “Jika harga minyak ingin diturunkan, pemerintah tinggal menambah subsidi. Tapi itu belum dilakukan mengingat anggaran yang terbatas,” kata Firwan Tan, di Padang, Rabu (3/12).
Rendahnya kemampuan subsidi pemerintah, menurut Firwan, karena dibayangi defisit anggaran buntut tingginya angka impor. Guna mengantisipasi kenaikan harga minyak, perlu diperkuat sektor ekonomi daerah. Selama ini, pemerintah dinilai belum berhasil meratakan pembangunan di tingkat daerah. Sehingga, sejumlah barang kebutuhan hanya terpenuhi bila dilakukan impor.

Sementara itu, terbatasnya distribusi minyak tanah, kata Firwan, disebabkan pengelolaan yang dipegang satu perusahaan saja. “Kompetitor tidak ada, sehingga pelayanan terhadap masyarakat tergantung kebijakan pemerintah saja,” tambahnya. Alumni Institut Politeknik Perancis ini menilai, prestasi pemerintah saat memutus kontrak utang dengan IMF belum mampu memperbaiki kemampuan belanja negara.

Imbas semua itu, sejumlah harga kebutuhan pokok termasuk minyak tanah sulit dikendalikan. Untuk itu dia menegaskan, sektor ekonomi daerah perlu digiatkan agar daya beli masyarakat tetap ada meskipun jauh dari pemerintah pusat. “Kebijakan secara nasional sulit untuk menyejahterakan rakyat. Karena itu daerah harus mandiri di bidang ekonomi,” ulasnya.(ru)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Dukun Gandakan Uang di Kantor Partai Demokrat, Pengurus DPD Kaget Didatangi Polisi Jambi

06.01.2009

BATAM, METRO--Gudang logistik Kantor DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata dijadikan ketuanya Abdul Azis yang menjadi tahanan…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Polisi Tidur Rentan Bahaya

07.01.2009 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO--Keberadaan polisi tidur (portal jalan) yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku membuat prihatin anggota legislatif Kota Padang.…



advert-4.jpg

indosat.gif