|
PADANG,METRO--Kabar adanya rekomendasi-rekomendasian jelang
Musprov KONI Sumbar, ditangapi beragam insan olahraga Sumbar. Salah
satunya mantan pelatih karateka Sumbar Henddy A Luthan. Menurutnya,
kabar tersebut memang sah-sah saja dalam situasi seperti sekarang.
Namun, dia mengatakan semua kembali kepada KONI kabupaten/kota dan Pengprov yang paling menentukan suaranya di Musprov nanti. “KONI organisasi nonprofit, tapi dituntut berprestasi membawa Sumbar berada di level nasional. Jadi KONI membutuhkan seorang figur pemimpin yang benar-benar disegani di lokal maupun nasional.
Artinya, figur yang pantas, dan mampu mengayomi seluruh cabang olahraga. Itu yang dibutuhkan KONI,” kata Henddy A Luthan. Menurutnya, besaran dana yang digelontorkan dari APBD ke KONI Sumbar bukanlah mutlak penjamin prestasi. Sebab, jika tanpa dibarengi dengan kepemimpinan ketua umum yang baik, maka dana tersebut bisa jadi tak berarti.
“Saya tidak menyalahkan, bila sekarang ini mulai terdengar ada surat sakti (rekomendasi) dari pihak tertentu, yang menentukan kepemimpinan KONI. Tapi kita harus ingat, bila itu benar, maka tak ada lagi muncul bahasa kesulitan masalah dana karena ketuaumum belaka. Seperti selama ini, karena ketua umumnya dari birokrasi,” imbuhnya.
Meski demikian, jika bicara prestasi, maka yang harus dikedepankan, menurutnya, tak harus orang birokrasi yang memimpin KONI. Sebab, kebutuhan dana sudah menjadi kewajiban Pemprov Sumbar. Sedangkan untuk figur ketua umum KONI bisa dari mana saja, asal komit dengan pembinaan olahraga Sumbar.
‘’Tapi, semua itu kembali kepada bagaimana pilihan Pengprov dan KONI se-Sumbar yang mempunyai hak suara untuk menentukan ketua umum KONI di Musprov nanti,” paparnya. Seperti diketahui, saat ini sudah ada 12 kandidat yang ingin maju, namun baru 5 kandidat yang mengembalikan formulir. (can)
|