|
PADANG, METRO--Kapolda Sumbar Brigjen Pol Drs Ino Suripno SH
mengaku belum tahu akan adanya pergantian perwira tinggi di Sumbar.
“Saya belum tahu. Kalau pun ada, ya saya hanya menunggu saja. Kita
siap melaksanakan perintah komandan. Jabatan kan amanah. Kalau memang
penilaian atasan tidak kapabel lagi kita menjabat, ya kita siap
menunggu perintah selanjutnya,” tegas Ino.
Hal itu ditegaskan Ino yang dihubungi koran ini tadi malam terkait beredarnya informasi tentang adanya pergantian para perwira menengah dan perwira tinggi di Sumbar. “Sampai detik ini belum ada informasi secara langsung ke pada saya. Kita tunggu sajalah,” tutup Ino.
Dari Jakarta dilaporkan, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Dahuri menyatakan pergantian para perwira tinggi di sejumlah daerah tidak terkait dengan indikasi keterlibatan anggotanya dalam membekingi perjudian. Mutasi tersebut karena para perwira tinggi membiarkan terjadinya perjudian di wilayahnya. “Jadi tidak ada satu pun perwira tinggi Polri yang terlibat membekingi perjudian,” tegasnya di Ruang Rupatama Mabes Polri kepada wartawan, Rabu (3/12).
Penegasan ini disampaikan Kapolri agar tidak muncul salah persepsi karena gencarnya pemberitaan media massa yang menyebutkan seolah-olah sejumlah perwira tinggi terlibat membekingi perjudian. “Pergantian itu sebagai bentuk tanggung jawab manajerial karena mereka membiarkan adanya praktik perjudian di wilayah kerjanya,” terangnya.
Tanggung jawab manajerial yang dimaksud Kapolri adalah saat menjadi kepala satuan wilayah, mereka tidak menindak tegas judi. Selain itu, Kapolri menyatakan, Polri telah mencopot beberapa Kapoltabes karena diyakini membiarkan judi antara lain Kapoltabes Pekanbaru, Pontianak dan Samarinda. “Ada beberapa Kapoltabes diganti karena ada judi Togel yang kasat mata tapi tidak ditindak,” katanya.
Menurut dia, Kapoltabes Padang juga terancam dicopot setelah ada penangkapan 10 tersangka kasus judi togel. Perlu diketahui, enam orang perwira tinggi Polri ditengarai terlibat membekingi perjudian di Riau. Menurut Irwasum Mabes Polri Komjen Yusuf Manggabarani, mereka adalah tiga mantan Kapolda dan tiga mantan Wakapolda Riau.
Bintara Jadi Korban
Terkait adanya 26 polisi di Padang, yang resmi dimutasi karena diindikasikan terlibat membekingi perjudian, Koordinator Police Watch Sumbar Nanda Oetama SH MH menilai, pencopotan terhadap 26 personel Polsek Padang Selatan hanyalah korban atasan. Sedangkan aktor utama, seperti belum tersentuh.
“Kemungkinan itu, bisa saja terjadi. Jika hanya polisi berpangkat bintara yang kena buntutnya, tentu ada perwira yang terlibat? Kalau memang ingin bersih-bersih, mulailah dari level atas,” tegas Nanda. “Inilah (bersih-bersih di tingkat pejabat tinggi-red) yang menjadi persoalan sebenarnya,” tegasnya.
Namun demikian, Nanda mengakui, Telegram Rahasia (TR) dari Mapolda Sumbar patut diberikan acuan jempol. Sebab, pihak Mapolda Sumbar saat ini sudah mulai berkemas-kemas membersihkan segala bentuk perjudian di Ranah Minang ini. “Kita sangat mendukung kebijakan itu. Meski dimulai dari tingkat bawah,” tegas Nanda yang juga rektor Universitas Taman Siswa itu.
Dikatakan Nanda, memang sebelumnya Kapolri sudah mengambil tindakan tegas kepada anggota yang berani bermain judi atau sebagai pembeking. “Saya salut dengan langkah pembenahan yang dilakukan jajaran Polri ini. Ke depan, Mapolda Sumbar harus lebih beranikan lagi menindaklanjutinya,” tandas Nanda.
Bantah Pembiaran
Sementara, kabar kepindahan 26 personel Polsek Padang Selatan ini, dibantah Kapolsekta Padang Selatan AKP Pahala Simanjuntak SIk. Menurut Pahala, anggotanya tidak pernah melakukan tindakan pembiaran terhadap praktek segala bentuk perjudian di wilayah kerjanya tersebut.
Selain itu, Pahala juga menepis isu miring seputar dugaan oknum anggotanya menerima upeti dari cukong. “Mutasi besar-besaran di jajaran Polsekta Padang Selatan memang terjadi. Tapi, itu bukan karena upeti atau membiarkan aktivitas judi,” tegas Pahala sambil menyebutkan, TR dari Kapolda Sumbar tertanggal 1 Desember.
Menurutnya, perpindahan di tubuh Polri itu sudah hal yang biasa. Dia berharap, perpindahan ini tidak disangkutpautkan dengan isu tidak melakukan pemberantasan terhadap segala bentuk judi. “Sebelum tim dari Mabes Polri datang dan mengacak-ngacak perjudian di Kota Padang, jajaran Polsekta Padang Selatan sudah bergerak. Bahkan, anggota sudah berhasil meringkus beberapa orang pelaku judi.
Apakah ini contoh dari tidak berbuat? Jangan mencampuradukkan mutasi dengan saya tidak menyikat judi di Padang Selatan,” sebutnya. Dihubungi terpisah, Pjs Kabid Humas Polda Sumbar Kompol Murni Lizar tidak mau berkomentar banyak tentang masalah ini. “Saya belum berani berkomentar soal mutasi dadakan itu. Karena, datanya belum saya miliki,” aku Murni Lizar.
Sedangkan Kapoltabes Padang melalui Wakasat Reskrim AKP Drs Hasanuddin kepada koran ini mengaku, aktivitas personel di Polsek Padang Selatan masih seperti biasa. “Personil masih bekerja untuk melayani masyarakat, sebagaimana biasa mereka lakukan,” tutur Hasanuddin. (ped/sst/jpnn)
|