|
SOLOK, METRO--Mati mendadaknya ayam milik warga di Nagari Bukik
Kanduang, Kecamatan X Koto Diateh, Kabupaten Solok membuat warga
setempat resah. Pasalnya warga mulai dihantui menyebarnya virus aviant
influensa yang mematikan.
Belum lagi tuntas kasus chikungunya yang menyerang ratusan warga Nagari Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, kini kasus flu burung kembali menghantui masyarakat di Nagari Bukik Kanduang, Kabupaten Solok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, matinya mendadak ayam milik masyarakat diketahui sejak, Sabtu (29/11) lalu. Awalnya, warga mendapatkan 5 ekor ayam milik masyarakat jenis ayam kampung (buras-red) ditemukan warga mati secara mendadak tanpa diketahui penyebabnya.
Telah Dimusnahkan
Saat dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Solok melalui Kabid Kesehatan Hewan Dinas drh Armon mengatakan, sejauh ini sudah ratusan ekor ayam milik masyarakat Bukik Kanduang yang dimusnahkan.
Pemusnahan ratusan ekor ayam milik masyarakat itu, lanjutnya, karena dikhawatirkan tertular virus flu burung yang dapat menyebabkan kematian pada manusia. Berdasarkan gejala awal pada ayam yang ditemukan mati secara mendadak tanpa diketahui penyebabnya itu, dikhawatirkan memang mirip dengan gejala serangan virus aviant influensa dengan lendir yang keluar dari mulut ayam tersebut.
Namun untuk memastikan apakah matinya secara mendadaknya ayam milik warga tersebut akibat serangan virus aviant influensa, dinas terkait masih terus melakukan penelitian. Untuk langkah antisipasi penyebaran virus aviant influensa yang dikhawatirkan akan menular kepada masyarakat, langkah untuk memusnahkan ayam milik warga pun diambil.
Bahkan, penjelasan Kepala TU Dinas Peternakan Kabupaten Solok Syawir Kawi kepada koran ini menyebutkan, sejumlah petugas termasuk dokter hewan sudah diturunkan ke lapangan untuk menanggulangi kasus tersebut. Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan pasti jumlah ayam milik warga yang terjangkit virus aviant influensa yang ditemukan mati secara mendadak.
Chikungunya
Sementara itu penyakit chikungunya yang sempat menyerang warga Nagari Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, Solok hingga kini belum tuntas. Sejumlah warga masih mengeluhkan sakit nyeri pada sendi yang membuat warga sulit berdiri.
Bahkan, hingga kini belum ada kepastian jenis penyakit tersebut, meski masyarakat menganggapnya penyakit chikungunya. Untuk langkah pencegahan, dinas terkait baru sebatas melakukan fogging ke rumah-rumah masyarakat di nagari tersebut. Anehnya kedua kasus penyakit yang terjadi di tengah-tengah masyarakat di Kabupaten Solok tersebut belum menarik anggota DPRD setempat untuk turun ke bawah melihat kondisi masyarakatnya. (vk)
|