Nonton Bola pdf  | cetak |
Kamis, 04 Desember 2008
TAK peduli larutnya malam hingga dini hari, setiap akhir pekan, beberapa pemuda lebih memilih nongkrong di depan televisi, ketimbang keluyuran ke sana kemari. Maklum, mereka adalah para pencinta sepakbola, terutama Liga Calcio (Italia) dan Liga Primer Inggris.
Sebelum show dimulai, ngalor ngidul tentang permainan pun telah sampai kemana.-mana. “Inter Milan pasti menang. Napoli bukanlah lawan sepadan untuk kandidat kuat scudetto (juara Liga Calcio, red) tahun ini,” kata Rudi (23) warga Padang Selatan yang selalu setia dengan televisi berwarnya 21 inchi milik orang tuanya, sebelum menyaksikan Inter Milan menumbangkan Napoli 2-1 (2-0) akhir pekan lalu.

Menurut penyuka striker Inter Milan Zlatan Ibrahimovic ini, dia bukanlah orang yang gemar bermain sepakbola di lapangan. Namun, kecintaannya terhadap olahraga si kulit bundar itu bisa melebihi dari pemain sesungguhnya. Ini terbukti dari penampilannya yang selalu memadukan warna hitam dan biru (warna kostum Inter Milan-red). “Menonton bola merupakan sebuah cara saya untuk melepaskan candu,” kata pekerja swasta ini.

Untuk kecintaannya terhadap tontonan malam dan dinihari itu, Rudi amat jarang sendiri. Katanya, kalau menonton sepakbola sendiri itu tidak ada enaknya. Yang menarik dari menonton olahraga paling ngetop sejagat raya itu adalah berdiskusi dengan rekan sesama pencinta bola. “Kalau nonton sambil ngobrol dan ditemani gorengan, pastinya akan lebih seru,” kata dia yang selalu setia mengamati perkembangan sepakbola dari berita media elektronik dan cetak ini.

Dede (25) yang selalu menjadi tandem nonton bola Rudi mengaminkan apa yang disebutkan rekannya itu. Meski sering nonton bareng, bukan berarti klub kebanggaan mereka sama. Dede lebih memilih AC Milan sebagai klub yang didukungnya. “Saya senang Milan sudah sejak SMP dulu. Selalu ada yang menjadi bintang di klub kota mode itu,” kata wartawan media mingguan ini.

Hobi Dede dan Rudi ini adalah cerminan kecintaan sebagian orang di penjuru dunia, termasuk Kota Padang terhadap sebuah kreativitas industri dunia sepakbola. Tapi, kondisi kecintaan ini sebenarnya sangat bertolak belakang dengan dukungan warga kota kepada Persatuan Sepakbola Padang (PSP) yang di ujung tanduk.

Tak salah kiranya, kalau Ketua PSP Padang Yusman Kasim menyayangkan hal ini. “Warga Padang sangat tidak peduli terhadap PSP. Ini terbukti dengan rendahnya partisipasi mereka menonton pertandingan kandang, apalagi tandang. “Meski pemerintah tidak memberikan porsi dana yang besar, kalau warga ikut menonton, secara otomatis akan membantu PSP,” kata wakil walikota ini.(rvi)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Dukun Gandakan Uang di Kantor Partai Demokrat, Pengurus DPD Kaget Didatangi Polisi Jambi

06.01.2009

BATAM, METRO--Gudang logistik Kantor DPD Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata dijadikan ketuanya Abdul Azis yang menjadi tahanan…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Polisi Tidur Rentan Bahaya

07.01.2009 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO--Keberadaan polisi tidur (portal jalan) yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku membuat prihatin anggota legislatif Kota Padang.…



advert-4.jpg

indosat.gif