|
PADANG, METRO--Menjelang tutup tahun, Kecamatan Koto Tangah
membuat terobosan baru dengan membentuk Koperasi Majelis Taklim.
Sekitar 374 Majelis Taklim se-Koto Tangah tahun 2009 ditargetkan
memiliki koperasi sebagai wadah pusat perekonomian warga terutama kaum
hawa.
“Saat ini, Majelis Taklim bukan hanya sekadar ajang perkumpulan kaum wanita untuk menambah pengetahuan dibidang agama. Tapi, lebih luas, melalui Majelis Taklim, kaum kaum hawa terutama ibu-ibu dapat mengelola keuangan dengan baik dan meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Camat Koto Tangah Al Amin SSos, saat pembukaan Pelatihan Manajemen Koperasi untuk Pengurus Majelis Taklim se-Kecamatan Koto Tangah, Kamis (4/12) di aula UPT Dinas Pendidikan Koto Tangah.
Pelatihan manajemen koperasi majelis taklim yang bertujuan untuk pembentukan koperasi, guna meningkatkan pengetahuan secara terpadu antara pemerintah kota dengan masyarakat dalam bidang manajemen koperasi.
Tidak hanya itu, dengan adanya manajemen operasi dapat memfokuskan pada pengembangan kerangka berpikir untuk mencari alternatif pengembangan koperasi kemasyarakatan. Dalam pelatihan yang dihadiri sekitar 65 pengurus Majelis Taklim Koto Tangah, dikatakan untuk membantu kegiatan itu, rencananya didukung melalui dana ekonomi kemasyarakatan.
Untuk 2009, sekitar 7 kelurahan mendapat dana ekonomi kemasyarakatan. “Kita akan dorong dana untuk kelurahan ini, dapat membantu Majelis Taklim untuk membentuk koperasi. Dana untuk 7 kelurahan tersebut, sekitar Rp 300 juta,” kata Al Amin.
Sementara Instruktur Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UKM Kota Padang Khaidir SE MM mengatakan, dengan adanya koperasi Majelis Taklim, maka masjid dapat menjadi barometer bagi warga sekitar dalam meningkatkan perekomomian. Koperasi seperti halnya organisasi yang lain membutuhkan manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai dengan efisien.
Hal yang membedakan manajemen koperasi dengan manajemen umum adalah terletak pada unsur-unsur manajemen koperasi yaitu rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Pengurus koperasi bertugas memimpin koperasi dan usaha koperasi dan pengawas tugasnya mengawasi jalannya koperasi.
“Jika dikelola dan diawasi dengan baik, maka koperasi Majelis Taklim bisa bermanfaat. Kalau tahun ajaran baru, ibu-ibu tidak perlu repot lagi memikirkan kemana mau pinjam uang. Melalui koperasi Majelis Taklim, masalah bisa diatasi,” tandasnya.(ren)
|