|
PADANG, METRO--Ketua Komisi C DPRD Padang Ir Priyanto MM
meragukan target pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang Tahun 2008
sebesar 6,0 persen. Angka itu lebih rendah dari target awal 6,2 persen
sebelum adanya perubahan APBD 2008. Dampak krisis global dikatakan
Priyanto tidak akan membuat Pemko sanggup merealisasikan target itu.
“Lebih baik eksekutif realistis dalam menyebutkan angka target pertumbuhan ekonomi ini. Karena, kita melihat tidak terjadi perkembangan investasi yang berarti di Kota Padang selama tahun 2008. Bahkan inflasi telah mencapai 12,5 persen,” kata Priyanto dalam rapat kerja dengan TAPD (tim anggaran pemerintahan daerah) tentang APBD 2009, Kamis (4/12) di gedung dewan.
Sebaiknya, kata Priyanto, target itu kembali dievaluasi dan dikurangi. Jangan terbawa arus dan mengikuti target Pemprov Sumbar 6,4 persen. “Lebih baik dikaji lagi, daripada membebani kinerja eksekutif. Karena, beberapa megaproyek yang diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masih sekedar MoU (kesepakatan) saja,” ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Padang Drs Emzalmi MSi mengaku, target 6,0 persen PE itu sudah melalui kajian yang matang dari berbagai sektor yang ada di Kota Padang. “Pemko telah melakukan pengkajian untuk mengurangi target pertumbuhan sebanyak 0.2 persen saja,” katanya didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Bappeda Syahrul SE MSi.
Syahrul menambahkan, pertimbangan Pemko untuk menetapkan target itu adalah terjadinya peningkatan ekspor dari Kota Padang, meski terimbas kenaikan BBM Juli 2008 lalu. Dia tidak sepakat, kalau disebutkan investasi yang terjadi di Kota Padang stagnan atau malah menurun. Ada beberapa sektor yang membuat investasi ini meningkat, seperti tingginya angka penjualan sepeda motor dan kendaraan lainnya.
“Apalagi, pada Desember ini BBM telah turun lagi dan ekspor impor terus meningkat. Faktor pertanian menjadi pendukung meningkatnya perbaikan pertumbuhan ekonomi ini nantinya. Meski terkesan lahan pertanian menyusut, ternyata produksinya terus meningkat karena cara penanaman yang telah mengadopsi sistem tanam padi sabatang,” kata Syahrul yang menyebutkan investasi yang timbul pada 2008 ini mencapai Rp 2,8 triliun dari pemerintah, swasta dan masyarakat.
Syahrul melihat, target 6,0 persen pada 2008 itu sudah sangat realistis. Bahkan, target itu juga akan diberlakukan pada APBD 2009 mendatang. “Kita melihat, tahun 2007 ditetapkan target pertumbuhan 6,2 pesen dan direalisasikan 6,12 persen. Saat itu juga terjadi kondisi harga BBM yang naik,” kata Syahrul dalam rapat kerja yang juga dihadiri Kepala Bagian Keuangan Padang Ir Corry Saidan MSi itu.(rvi)
|