Home arrow Berita Utama arrow Dibunuh, Pelajar Diseret lalu Dikubur

Dibunuh, Pelajar Diseret lalu Dikubur E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Wednesday, 01 May 2013

PENCARIAN%u2014 Petugas kepolisian melakukan penggalian tempat Nabila dikubur oleh pembunuhnya di bawah tebing di kaki Gunung Singgalang, Senin (29/4) malam. Tubuh Nabila ditemukan tinggal tulang. AGAM, METRO-Perkenalan dengan teman baru di jejaring sosial facebook, menjadi petaka bagi Rusyada Nabila (16). Setelah menghilang hampir satu bulan, pelajar kelas I Diniyah V Jurai, Sungaipua, Kabupaten Agam ini, ditemukan tewas. Ia dibunuh dan dikubur secara tak layak oleh teman facebook-nya, Wisnu Sadewa (32).

Terkuaknya penemuan mayat Nabila, Senin (29/4) pukul 16.30 WIB bermula, ketika aparat kepolisian yang sudah satu bulan melacak keberadaan anak pasangan Khairis Munaf (50) dan Nelinda (41) tersebut, berhasil menemukan pelaku, Wisnu. Ketika ditangkap di sebuah warung di kawasan Kotogadang, Kecamatan IV Koto, Agam, pelaku mulanya mengelak. Namun, setelah aparat menunjukkan semua bukti-bukti kuat, pemuda asal Pakansinayan, Kecamatan Banuhampu tersebut, tidak bisa berkutik lagi.

Pengakuan pelaku di Mapolres Bukittinggi, Senin malam, korban, Nabila merupakan kenalannya di facebook. Pertemanan itu terjadi 15 hari sebelum Nabila dibunuh. Namun, pelaku ternyata memakai identitas (akun) palsu dalam facebook. Pelaku di dunia maya mengaku, bernama Rani Nurdiati, mahasiswi UNP. Kuat dugaan, korban mau berteman, karena menganggap pelaku adalah perempuan baik-baik.

Setelah sering berkomunikasi di facebook, keduanya berencana bertemu langsung (kopi darat) di simpang Padanglua, Kecamatan Banuhampu. Akhirnya, Nabila pergi dari rumah Rabu (20/3). Ketika Nabila sudah berada di Padanglua, sekitar pukul 19.00 WIB, tiba-tiba dia datangi Wisnu (pelaku) yang mengaku kalau Rani tidak bisa datang dan dia disuruh untuk menjemput Nabila.

Tapi, karena yang datang adalah laki-laki, Nabila tidak bersedia diajak oleh Wisnu dan dia belum sadar, kalau yang namanya Rani adalah fiktif belaka. Identitas palsu sengaja dilakukan Wisnu untuk mengelabui Nabila. Karena Nabila tidak bersedia ikut dengan pelaku, lalu Wisnu langsung pulang ke rumah orangtuanya.

Masih pada malam kejadian, Nabila kembali mengirim SMS pada Wisnu kalau dia minta dijemput dan ingin dipertemukan dengan Rani, sebab angkutan umum ke rumahnya di Sungaipua sudah tidak ada lagi. Karena tidak mempunyai sepeda motor, Wisnu menyarankan Nabila untuk naik ojek ke rumah Wisnu, yang menjanjikan kalau ongkos ojek akan dibayarkan Wisnu, setelah korban sampai.

Tanpa perasaan curiga, Nabila menuruti saran dari pelaku, termasuk turun di simpang Jorong Dalam Koto, Pakansinayan, Kecamatan Banuhampu. Sampai ditempat itu, pelaku sudah menunggu dan mengajak korban ke rumahnya. Nabila mulai curiga, karena pelaku mengajaknya lewat semak-semak. Setelah terlalu jauh masuk ke dalam daerah yang terlihat seperti rimba, Nabila mulai cemas dan bermaksud untuk lari.

“Melihat Nabila hendak lari, saya langsung merangkulnya dari belakang. Ketika Nabila tak berdaya, saya langsung merampas HP dia,” kata Wisnu kepada aparat kepolisian.

Karena korban mencoba melawan, Wisni langsung mencabut pisau di dalam pakaiannya dan menusukkan ke leher belakang Nabila. Seketika, Nabila terguling-guling di tebing.

Tidak hanya sampai di sana, karena melihat Nabila masih menjerit, pelaku langsung menusukkan pisau dapur dua kali ke leher kiri dan kanan, hingga Nabila tidak bergerak lagi. Ketika dalam keadaan sekarat tersebut, pelaku langsung membuka baju kaos korban, dan melilitkannya ke leher korban sampai betul-betul tidak bergerak. Setelah yakin Nabila sudah tewas, Wisnu langsung menutupi Nabila dengan daunan sambil dia menjemput cangkul di ladang orangtuanya.

Setelah itu, pelaku membuka celana jeans korban dan mengikatkan pada kaki. Tubuh korban diseret ke sebuah ladang di bawah bukit. Kemudian, pelaku menggali lubang sekitar dengkul orang dewasa dan menguburkan Nabila yang diyakini sudah tewas.

Ditembak

Waka Polres Bukittinggi, Kompol Arief Budiman mengaku, keberadaan pelaku berhasil diketahui, setelah aparat menelusuri facebook Nabila, serta melacak dengan siapa saja, terakhir kali korban berbicara di HP.

“Cukup lama pencarian dilakukan. Kita mendapati jika Nabila berkomunikasi dengan seorang teman di facebook dan hendak bertemu. Lalu, kita juga melacak HP korban, dan dari sanalah kita curiga jika pelaku adalah Wisnu,” kata Kompol Arief.

Sementara, pelaku terpaksa ditembak aparat, karena berusaha kabur ketika diminta menunjukkan lokasi dimana pelaku mengubur Nabila.

Hingga kemarin, polisi terus memeriksa pelaku, dan akan menjerat Wisnu dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana jo 338 KUHP tentang Pembunuhan jo Pasal 80 Undang-undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku bisa terkena ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Remaja Mudah Terbujuk

Pengamat Sosial Unand, Prof Afrizal mengatakan, praktik kejahatan di dunia maya sulit dibedakan, mana yang nyata dan bersifat simulasi (kepura-puraan). Dunia maya /hyper net tidak jarang menghasilkan hal tidak  jelas kenyataanya. Kendati demikian, masih banyak orang menganggap, apa yang ada di dunia maya adalah kejadian nyata, padahal banyak tipu daya.

“Hal ini bisa juga dikatakan tidak cerdas dalam menggunakan media. Tidak ada kata lain kecuali berhati-hati dan sadarilah dunia maya yang hyper simulasi dan tipu daya. Banyak juga praktik kejahatan, seperti pemerkosaan dan penipuan yang sudah lama terjadi, dan dunia maya jadi alat dan modus baru,” kata Afrizal yang juga Pembantu Dekan I FISIP Unand itu.

Anak-anak dan remaja yang kini banyak beraktivitas di dunia maya rentan menjadi korban kejahatan. Menurut Afrizal, dengan waktu yang lebih banyak, tapi tidak diimbangi dengan pengalaman dan pengetahuan memadai, anak-anak dan remaja mudah terjebak dalam rayuan tidak rasional dari produk, aktivitas, dan perkenalan di dunia maya. “Remaja dengan pengetahuan yang minim sangat mudah terjebak,” sebut Afrizal.(wan/cr21)

 

Comments  

 
0 #5 arman 2013-07-01 13:41
Ga Pantas dia di hukum 20th
Quote
 
 
0 #4 rini 2013-05-03 13:11
Hukuman mati saja tdk pantas bagi bajingan ini..gak usah pakai hukum indonesia pakai hukum massa saja..
Quote
 
 
0 #3 #uchi ceno 2013-05-02 11:25
ga' pnya hti bgt t orng.........
Quote
 
 
0 #2 halimahmaharani 2013-05-02 05:59
q bner2 g nyangka dia tega menghabisi nyawa org.......,
Quote
 
 
0 #1 apri disorder 2013-05-02 01:00
saya ingin bertemu sama si BANGSAT ini,
Quote
 

Add comment

Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh posmetropadang.com


Pasal Sanggahan (Disclaimer):
posmetropadang.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya posmetropadang.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca. Data dan/atau informasi yang tersedia di posmetropadang.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, posmetropadang.com dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan posmetropadang.com


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >
Komentar