Home arrow Wisata arrow Museum Adityawarman, Taman Mini ala Sumbar

Museum Adityawarman, Taman Mini ala Sumbar E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Sunday, 05 May 2013

khas— Bangunan Museum Adyawarman yang memiliki kekhasan.Museum Adityawarman layak disebut sebagai ‘Taman Mini’ ala Sumatera Barat. Di sini terdapat seluk beluk kebudayaan khas Minang, mulai dari pakaian adat hingga alat-alat musik tradisional. Rancak Bana!

Terletak di pusat Kota Padang, museum ini tidak pernah sepi pengunjung. Baik wisatawan domestik atau pun mancanegara hingga masyarakat sekitar, selalu mengunjungi museum ini. Anda bisa mendapatkan segala jenis informasi mengenai kebudayaan Minang di museum yang namanya merupakan nama seorang Raja Minangkabau di abad ke-15 masehi ini.

Dengan tiket masuk yang tergolong murah, sekitar Rp 3.000 saja, Anda bisa mengelilingi museum ini hingga puas. Ada pakaian tradisional, alat-alat musik, replika makanan khas dari segala daerah di Sumbar, peninggalan Raja-raja Minangkabau, aksesoris khas Minang, miniatur Rumah gadang, penjelasan sistem kekerabatan Minang, dan masih banyak lagi. Jika tidak sempat berkeliling tanah Minang, berkunjunglah ke museum ini. Museum Adityawarman memiliki banyak pesona tentang keunikan dan kekayaan budaya khas Minang yang wajib Anda tahu.

Seperti Museum Adityawarman yang selamat dari gempa tahun 2009, walaupun bangunan sekitarnya seperti hotel-hotel sebagian besar roboh. Museum ini  dibangun tahun 1974 dan diresmikan tahun 1977. Dari tahun 1977 sampai sekarang, kayunya tidak masalah, masih kuat. Beberapa kali  digoncang gempa tidak apa-apa. Jika museum tersebut menjadi rumah tinggal, maka rumah gadang  tersebut akan ditempati empat sampai lima keluarga inti.

Museum Adityawarman merupakan museum budaya yang menampilkan adat istiadat suku Minang. Salah satunya adalah menampilkan kamar-kamar yang biasa terdapat di rumah gadang. “Laki-laki sebelum menikah tidak dapat kamar. Tidurnya di surau untuk belajar agama dan silat. Jadi tidak tidur di rumah keluarga. Praktek ini masih berjalan sekarang terutama di daerah pedesaan. Saya sendiri masih  mengalaminya. Saat umur lima tahun saya sudah tidur di surau untuk belajar mengaji,” kata Armus perawat koleksi museum yang berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota.

Di museum tersebut, pengunjung bisa belajar mengenai sistem kekerabatan yang  unik dari Minangkabau. Berbeda dari daerah-daerah lainnya di Indonesia yang pada umumnya memegang sistem kekerabatan patrilineal, Minangkabau menggunakan sistem matrilineal. Armus menjelaskan di Minangkabau peran wanita lebih tinggi.

Aktivitas perempuan Minang dipaparkan dengan apik di area museum. Mulai dari mengasuh anak, memasak untuk keluarga dan lingkungan lebih  luas, sampai tradisi lisan berupa pantun sebagai sarana ibu  menanamkan nilai kehidupan bagi anak.Belum lagi aneka kegiatan keterampilan seperti menjahit, menenun, bertani, berdagang, hingga  kesenian. Beberapa kesenian menghadirkan perempuan sebagai penyanyi.

Kesenian banyak ditampilkan dalam upacara-upacara adat, salah satunya  adalah upacara pernikahan. Di salah satu sudut museum terdapat ruang peragaan pelaminan pernikahan adat Minang. Ruang tersebut, menurut Armus, merupakan pameran paling diminati pengunjung. “Bagian pelaminan yang disukai karena kental adat Minangkabau. Pelaminan ini unik karena adanya sudah lama, warna dan motifnya dipengaruhi berbagai  daerah, juga budaya China dan India. Dulunya para pegadang Gujarat dan China berkembang di Padang ini,” jelas Armus.

Hal tersebut diungkapkan pula oleh Ika, wisatawan domestik asal Jakarta. “Saya paling suka dengan pelaminannya. Tapi sayang ya museum ini seperti  kurang terawat,” katanya. Memang, beberapa alat peraga tampak berdebu. Lantai bawah bahkan terkesan gelap dan ditata seadanya. Kesan membosankan dari tata pamer museum tersebut sangat terasa. Walau begitu, tak dapat dipungkiri wisatawan banyak yang berkunjung ke museum ini.

Renovasi ini diperlukan karena pasarnya memang ada. Tak hanya wisatawan domestik, di bulan-bulan tertentu museum dikunjungi wisatawan asing. Kunjungan turis dari Belanda, Inggris, Malaysia, dan Singapura menjadi langganan Museum Adityawarman. Di lantai bawah terdapat ruangan khusus membahas mengenai budaya Suku Mentawai. Suku ini menerapkan adat istiadat yang sangat berbeda dengan saudara satu provinsinya yaitu Suku Minang. Suku Mentawai menerapkan sistem kekerabatan patrilineal.

Mungkin Anda penasaran mengapa museum tersebut diberi nama Museum Adityawarman. Ternyata, menurut Armus, museum tersebut diberi nama Adityawarman untuk mengenang jasa Adityawarman sebagai Raja Pagaruyung yang pernah memerintah sekitar abad ke-14. Jika mendengar kata Pagaruyung, maka memori akan membawa kita ke rumah gadang lainnya yang sama-sama megah yaitu Istano Basa Pagaruyung yang terletak di Kabupaten Tanah Datar. Rumah gadang itu adalah bekas istana Raja Pagaruyung.

Namun karena pernah mengalami kebakaran di masa kolonial Belanda, istana yang ada sekarang merupakan replika dari istana sebenarnya. Sedihnya, di tahun 2007 lagi-lagi bangunan tersebut mengalami kebakaran. Istana pun ludes tak tersisa. Sebagian besar koleksi yang berada di dalamnya tak berhasil diselamatkan. Hingga saat ini, proses renovasi masih terus berjalan. Namun, Istano Basa Pagaruyung telah kembali berdiri megah. (ben/*)

 

Add comment

Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh posmetropadang.com


Pasal Sanggahan (Disclaimer):
posmetropadang.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya posmetropadang.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca. Data dan/atau informasi yang tersedia di posmetropadang.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, posmetropadang.com dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan posmetropadang.com


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >