Home arrow Metro Padang arrow Penerimaan Pajak Terancam

Penerimaan Pajak Terancam E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Thursday, 20 June 2013

Rencana kenaikan harga BBM diprediksi akan berpengaruh terhadap pendapatan pajak. Untuk Padang, penyumbang PAD terbesar ini diprediksi akan menurun sebanding dengan kenaikan harga BBM.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah dan Aset (DPKA), Syahrul didampingi Budi Payan (Kabid Pendapatan) menyebutkan, dengan naiknya harga BBM, maka sejumlah transaksi masyarakat akan berkurang. Seperti tingkat hunian hotel, tingkat kunjungan ke restoran (tempat wisata), tingkat kunjungan ke tempat-tempat hiburan. 

Secara otomatis, dalam kondisi demikian, penerimaan terhadap pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan juga akan berkurang. Begitu juga dengan pajak lainnya seperti pajak parkir, BPHTB dan pajak reklame.

Untuk menyiasatinya, kata Budi Payan, pihaknya akan kembali melakukan perubahan target penerimaan pada pembahasan perubahan APBD 2013 nanti. Sejumlah elemen penerimaan akan dikurangi atau diusulkan penambahan, sesuai dengan kondisi kekinian.

Namun meski demikian, sampai saat ini menurutnya, penerimaan pajak dari sektor pajak yang dikelola daerah masih stabil. Dari Rp153 miliar target pajak daerah, hingga 31 Mei 2013 ini sudah terealisasi sebesar Rp59,5 miliar atau sekitar 38,92 persen. ”Kalau dalam kondisi sekarang, penerimaan pajak daerah kita masih stabil. Tapi kalau harga BBM sudah naik nanti, otomatis tentu akan berkurang,” ujar Budi.

Bahkan saat ini, kata dia, beberapa item penerimaan pajak cenderung tinggi seperti pajak reklame yang sudah terealisasi sebesar Rp1,6 miliar dari total target Rp3,5 miliar pada 2013 atau 47,01 persen, pajak hiburan sebesar Rp754 juta dari target Rp1,2 miliar (62, 84 persen), pajak hotel sebesar Rp6,5 miliar dari target Rp13,8 miliar (47,36 persen), pajak restoran sebesar Rp5,9 miliar dari target Rp13,5 miliar (43,99 persen).

Sementara, pajak penerangan jalan, sampai 31 Mei 2013 kemarin sudah terealisasi sebesar Rp23 miliar dari target Rp53 miliar (43,61 persen). Pajak mineral bukan logam dan bantuan, terealisasi sebesar Rp11 miliar dari target 28 miliar (39,14 persen).

Pajak parkir terealisasi sebesar Rp85 juta dari target Rp230 juta (37,39 persen). Pajak air di bawah tanah yang ditargetkan sebesar Rp250 juta, terhitung per 31 Mei 2013 kemarin sudah berhasil direalisasikan sebesar Rp114 juta (45,66 persen). BPHTB yang ditargetkan sebesar Rp16 miliar, saat ini sudah terealisasi sebesar Rp6,1 miliar. Sementara PBB yang ditargetkan Rp22,7 miliar pada tahun 2013 ini baru terealisasi sebesar Rp3,9 miliar (17,42 persen).

Secara keseluruhan total pendapatan dari hasil pajak pada 31 Mei 2013 sebesar Rp59,5 miliar dari target Rp153 miliar atau terealisasi sebesar Rp38,82 persen. (tin)

 

Add comment

Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh posmetropadang.com


Pasal Sanggahan (Disclaimer):
posmetropadang.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya posmetropadang.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca. Data dan/atau informasi yang tersedia di posmetropadang.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, posmetropadang.com dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan posmetropadang.com


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >