Home arrow Metro Padang arrow Premium Bakal Rp7.000/Liter, Disperindagtamben Awasi Penimbunan

Premium Bakal Rp7.000/Liter, Disperindagtamben Awasi Penimbunan E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Thursday, 20 June 2013

KHATIB, METRO-Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, harga premium di tingkat pengecer atau ketengan masih stabil. Pedagang masih menjual di kisaran harga Rp5 ribu atau mengambil keuntungan Rp500 dari harga normal Rp4.500 per liter. Jika premium melonjak mencapai Rp6.500, pedagang memrediksi akan menawarkan harga Rp7 ribu untuk seliter premium.

Hingga kemarin, sejumlah pedagang BBM ketengan mengaku belum menaikan harga minyak.

”Kalau kami naikkan harga, pelanggan bisa komplain. Bisa-bisa mereka tak mau singgah dan membeli bensin ke sini,” ujar Jufri (39), penjual BBM ketengan di Jalan Raya Belimbing, Kuranji.

Pria ini berharap, harga BBM bisa naik dengan jadwal yang pasti, walaupun di satu sisi dirinya menolak dikatakan akan mengambil keuntungan atas kenaikan tersebut. ”Itukan sudah ketetapan pemerintah. Kita sebagai masyarakat, mau tak mau harus menerima,” ujarnya.

Tati (32), penjual bensin ketengan di kawasan Alai-Bypass berharap, ada kejelasan harga BBM dari pemerintah agar tak menimbulkan kegalauan dari masyarakat. Menurutnya, perlu dilakukan kesepakatan harga ketengan. ”Kalau nanti harga premium naik menjadi Rp6.500/liter, mungkin kita naikkan ke konsumen sampai Rp7 ribu per liter,” ujarnya.

Sementara, pantauan koran ini, Kamis (20/1), di sejumlah SPBU, pembelian bahan bakar masih normal. Belum ada lonjakan berarti, yang mengindikasikan perilaku penimbunan. Kondisi normal ini juga diakui sejumlah petugas SPBU. ”Sampai sekarang pembelian masih normal. Belum ada penambahan ataupun lonjakan dalam pembelian premium ataupun solar,” kata Hendri (30), salah seorang karyawan SPBU Ranah, Padang Selatan.

Waspada Penimbunan

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben), Tasril Tasar mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap arus jual beli bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah komoditi kebutuhan pokok. Pemantauan ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi penimbunan. ”Sampai sekarang kita masih lakukan pemantauan baik ke SPBU atau ke pasar-pasar,” kata Tasril.

Menurutnya, aksi penimbunan BBM atau bahan pokok, sangat rentan terjadi menjelang rencana kenaikan BBM oleh pemerintah. Karena, pedagang bisa memainkan selisih harga dari barang yang ditimbun demi mendapatkan keuntungan yang besar.

Hingga kemarin, kata mantan Kepala Dinas Pasar Kota Padang ini, pihaknya belum menemui indikasi penimbunan yang dilakukan oknum masyarakat. ”Kita belum menemukan adanya indikasi penimbunan. Jika ketemu, tentu saja akan kita serahkan penindakannya pada pihak berwajib,” tegas Tasril . (tin)

 

Add comment

Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh posmetropadang.com


Pasal Sanggahan (Disclaimer):
posmetropadang.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya posmetropadang.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca. Data dan/atau informasi yang tersedia di posmetropadang.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, posmetropadang.com dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan posmetropadang.com


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >