Home arrow Metro Justicia arrow Tanpa Dokumen Resmi, 2,3 Kubik Kayu Pinus Diamankan

Tanpa Dokumen Resmi, 2,3 Kubik Kayu Pinus Diamankan E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Thursday, 20 June 2013

AGAM, METRO-Komitmen jajaran Polisi kehutanan untuk memberantas pembalakan liar terus ditingkatkan, terbukti dengan berhasil ditangkapnya sebanyak 2,3 meter kubik kayu jenis pinus, Selasa (18/6)  pukul 14.30 WIB. Penangkapan yang dilakukan di Jorong Baruah, Kenagarian Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam tersebut, kayu sekitar 3,5 meter kubik itu berasal dari bukik Apik, Padang Tarok, Kecamatan Baso.

Informasi yang berhasil dirangkum POSMETRO, dari keterangan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Agam, Ir Irman Isman, melalui Kepala Bidang Perlindungan, Khairi  mengaku,  penangkapan kayu tersebut merupakan hasil dari patroli rutin Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Agam bergabung dengan Dinas kehutanan Provinsi Sumatera Barat. “Penangkapan dilakukan ketika kayu hasil hutan tersebut sedang dibawa ke luar dari hutan menggunakan mobil,” sebut Khairi.

Kayu dalam berbagai ukuran tersebut, katanya,  berhasil diamankan bersama satu unit truck Colt Diesel BA 9954 LY dan dua orang yaitu Walamar (57) warga Koto Tinggi, Baso sebagai sopir serta pemilik kayu yaitu Zulkaili (51) masih warga Padang Tarok, Baso yang  selanjutnya dilimpahkan ke Mapolres Bukittinggi, untuk proses lebih lanjut.

Dari pengakuan kedua orang ini pada penyidik, mereka sudah beberapa kali membawa kayu dari daerah Padang Tarok jenis Pinus yang semuanya akan diantar kebeberapa tempat sesuai dengan pesanan. Sedangkan, kayu pinus yang berhasil diamankan tersebut, rencananya akan diantar ke daerah Lasi, Kecamatan Candung, untuk bahan pembuat rumah oleh seorangan pemesan. Kayu yang mereka bawa sudah dalam bentuk jadi dengan ukuran yang pas, seperti ukuran 6x12x4 meter, 5x10x4 meter dan ukuran lainnya seperti papan.

Dijelaskan Khairi, setelah mobil kayu berhasil diamankan, pada Selasa (18/6) malam, mobil bersama kayu tersebut diamankan di Pos Polisi Hutan yang ada di daerah Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Maka pada, Rabu (19/6) siang, Polisi Hutan dan Dinas Kehutanan dengan membawa dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka ke lokasi penebangan untuk melakukan sek tunggul dan setelah itu diserahkan ke Polres Bukittinggi.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Franky M Monathen SIK menjelaskan, setelah dilimpahkan oleh Dinas Kehuatanan, maka sesuai dengan peraturan yang berlaku kedua orang ini diancam Pasal 78 Ayat (7) jo Pasal 50 ayat (3) huruf (a) Undang-undang 41 tahun 1999,  tentang kehutanan dengan ancaman lima tahun penjara. Setelah selesai kita melakukan penyidikan, kedua tersangka serta barang bukti akan kita limpahkan ke kejaksaan.(wan)

 

Add comment

Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh posmetropadang.com


Pasal Sanggahan (Disclaimer):
posmetropadang.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya posmetropadang.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca. Data dan/atau informasi yang tersedia di posmetropadang.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, posmetropadang.com dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan posmetropadang.com


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >