Home arrow Metro Sumbar arrow Warga Jaho Bersepakat, Bakar Maling Hidup-Hidup

Warga Jaho Bersepakat, Bakar Maling Hidup-Hidup E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Friday, 21 June 2013

SATUKAN tekad “Bakar Maling Hidup-hidup” jadi ungkapan masyarakat Nagari Jaho, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar. Terasa berada pada zaman bagolak. Di mana, beragam senjata tajam berupa parang, samurai, sabit dan kapak, kini terpaksa keluar dari sarung, seiring telah berjatuhan korban maling yang mengganas. Kesabaran warga Nagari Jaho, telah meluap dan bertekad untuk selalu berjaga dengan sebilah senjata di tangan.

Rahmad — Padangpanjang

Keberadaan Orang Tak Dikenal (OTK) yang melakukan aksi maling di Nagari Jaho, kini telah menimbulkan keresahan warga terutama kaum ibu. Warga terpaksa harus mengurungkan niat bepergian, kala mentari mulai tenggelam. Sementara, kaum laki harus melakukan ronda malam secara gerilya dengan melengkapi diri dengan senjata tajam.

“Belakangan ini, hampir setiap malam warga menjadi korban kemalingan, jeritan warga terdengar ulah OTK yang setiap malam telah menjarah rumah warga,” ujar En St Tangindo, ”Polisi Kampung” Nagari Jaho.

Aksi maling yang mulai marak, membuat korban mengucapkan sumpah serapah. Segala upaya telah dilakukan, untuk membekuk kawanan maling yang berakhir sia-sia. “Entah ilmu apa yang mereka gunakan. Ironis memang, dengan sekejap kawanan maling bisa hilang begitu saja di tengah upaya pengejaran,” keluh Jimmi, salah seorang petugas ronda.

Tak hanya akhir-akhir ini, setiap jelang Ramadhan hingga lebaran, setiap tahunnya kampung tersebut selalu saja jadi bulan-bulanan kawanan maling. Menurut Mak Oyon (45), salah seorang warga, maling tak hanya sekadar ingin mencuri. Namun, diyakini sekelompok orang yang tengah memelajari ilmu hitam, sebagai mahar berhasilnya kaji yang mereka dalami.

“Mereka harus berhasil menyatroni harta benda warga selama waktu yang telah ditentukan. Keberhasilan itu akan membuat ‘kaji’ yang mereka dalami, telah menyatu dalam tubuh mereka,” tutur Mak Oyon, yang juga sesepuh Nagari Jaho.

Lanjutnya, apapun kendalanya dalam penangkapan tersebut, semua masyarakat Jaho telah sepakat, untuk meringkus dan membakar hidup-hidup. ”Kami telah memasang perangkap di seluruh penjuru Nagari Jaho,” ucap Mak Oyon sembari memegang samurai yang berukuran setinggi pinggang orang dewasa itu.

Berbagai jejak maling telah didapati, pintu dikupak, atap dibongkar serta jendela pun dicongkel, terlihat dari rumah yang bekas jarahan maling. “Kejadian yang menimpa telah menimbulkan kerugian hingga puluhan juta,” sebut salah seorang tokoh masyarakat, Dt Angek, yang juga Ketua BPRN Nagari Jaho.

Lanjutnya, pihak Nagari juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek X Koto. Dari keterangan pihak kepolisian, menyebutkan, pihaknya akan memaksimalkan patroli keliling. Tidak hanya Nagari Jaho yang sering dijarah maling, di daerah lain di Nagari X koto juga merasakan hal yang sama.

Dt Angek menyebutkan, hingga sekarang belum ada petugas dari Polsek yang turun ke lapangan. Hingga tadi malam pun masyarakat Jaho masih memburu maling. “Kami memminta pihak kepolisian, serius dalam menangani kondisi ini. Jika dibiarkan kondisi ini akan memperburuk keadaan,” jelasnya berharap, pihak kepoisian serius menangani kondisi yang tengah di alami Nagari Jaho.

Masyarakat, menurutnya, begitu menaruh harapan kepada pihak kepolisian untuk menaru segenap harapan menyelesaikan permasalahan yang telah menyelimuti kampung.

Demi pengamanan kampung dari teror maling, semua warga telah mengorbankan pekerjaan mereka dan mempersiapkan diri untuk meronda, hingga terlihat sepanjang malam seperti mau perang setiap malamnya.

Hal senada diungkap Wali Nagari Jaho, Kecamatan X Koto, Salman. Ronda malam yang telah programkan berjalan dengan semestinya. Namun, usaha itu telah memberikan ketenangan warga. Meski tadi malam (Kamis malam-red) masih terjadinya korban kemalingan.

“Untunglah kejadian itu cepat diketahui petugas ronda, hingga semua warga ikut melakukan pengejaran. Memang upaya pengejaran belum menemukan hasil, dengan kekompakan masyarakat, pelaku maling pasti bisa ditangkap,” harap Salman. (**)

 

Add comment

Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh posmetropadang.com


Pasal Sanggahan (Disclaimer):
posmetropadang.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya posmetropadang.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca. Data dan/atau informasi yang tersedia di posmetropadang.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, posmetropadang.com dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan posmetropadang.com


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >