Home arrow Metro Padang arrow Perubahan vs Status Quo

Perubahan vs Status Quo E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Friday, 21 June 2013

RADEN SALEH, METRO-Pertarungan Pilkada Padang 2013 sepertinya mulai mengerucut. Tak bakal majunya lagi Wako Padang Fauzi Bahar, membuat peluang sejumlah kandidat melebar. Namun, mengamati fenomenanya, dua isu telah dilempar ke publik oleh para ”petarung” politik. Apakah akan muncul tokoh anyar dengan tagline perubahan atau malah masih akan jadi periode lanjutan (status quo) kekuasaan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Institute for Community Studies (InCoSt), Erizal, saat merelis beberapa kali hasil survei menyebut, ada kecenderungan pemilih ”terbelah” antara warga yang suka dengan perubahan atau melanjutkan kepemimpinan. ”Terjadi kecenderungan, Pilkada Padang mempertemukan dua sisi kepentingan. Tema lanjutkan (orang berpengalaman) melawan perubahan atau kemapanan melawan perubahan,” katanya.

Lantas siapakah yang paling berpotensi merebut kekuasaan? Pengalaman atau Perubahan? Pembuktian ada pada perhelatan Pilkada yang akan digelar tanggal 30 Oktober mendatang. Semua pihak berperan, apatis atau optimisme masyarakat, sangat menentukan pemimimpin kota ini lima tahun ke depan. Keputusan ada di tangan masyarakat. Kecerdasan dalam memilih adalah penentu ini semua.

Berdasarkan pengamatan koran ini, mereka yang telah berpengalaman di antaranya Mahyeldi, calon terkuat incumbent yang saat ini menjabat sebagai wakil wali Kota Padang. Nama Yusman Kasim kembali mencuat. Ia adalah kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai wakil wali kota, pasangan Fauzi Bahar di periode 2004-2009. Namun, bukan berarti dua orang ini akan menjadi penerus ”trah” Fauzi Bahar.

Karena, secara nyata, Fauzi Bahar telah memersiapkan penerusnya. Fauzi terkesan membawa partai besutan tokoh reformasi Amien Rais melanjutkan apa yang telah ia bangun hampir 10 tahun kepada adik kandungnya, Fahmi Bahar. Jika tidak, ia sebetulnya masih punya pilihan lain, M Iclash El Qudsi (Michel). Anggota F-PAN DPR RI Komisi XI ini adalah kemenakannya. Kendati demikian, Michel yang merupakan kader PAN, juga terlihat berjuang di Partai Demokrat.

Nama lain yang berpengalaman dalam birokrasi adalah mantan Sekretaris Kota (Sekko) Padang, Emzalmi yang telah pensiun akhir 2012. Saat ini, Emzalmi yang merupakan putra Kuranji, telah menebar beragam baliho, dan posternya di penjuru kota. Namun, karena tidak kader partai, Emzalmi masih terlihat limbung dengan isu bongkar pasang koalisi.

Terakhir, ada nama tokoh Nanggalo, Maigus Nasir. Ketua DPRD 1999-2004 (dari PAN) juga masuk bursa perhitungan. Asalnya dia adalah ketua PD Muhammadiyah Padang yang massanya terkenal solid. Maju dari jalur perseorangan, ia juga punya konstituen pasti apalagi sempat menjadi Direktur Eksekutif Baznas Kota Padang.

Tawarkan Perubahan

Sementara, tokoh yang menawarkan perubahan di antaranya adalah tokoh muda Andre Rosiade. Pria ini merupakan pengusaha yang terjun ke politik sejak dua tahun belakangan. Baliho besar serta pemberitaan yang intens di media massa membuat Andre jadi cukup terkenal di beberapa hasil survei. Tak hanya tingkat kepopularitasan, tingkat elektabilitas (keterpilihannya) juga saling kejar dengan Mahyeldi.

”Saya sejak awal sudah melihat ada dua kelompok dari orang-orang yang akan maju di Pilkada. Pertama mereka yang ingin melanjutkan Padang dengan kebobrokan yang ada saat ini. Mereka adalah orang-orang yang bertalian darah dengan pusat kekuasaan. Sementara saya adalah orang yang membawa visi perubahan untuk kota Padang yang lebih baik,” kata Andre.

Pengusaha lainnya yang cukup berpengaruh adalah sosok Asnawi ”Ucok” Bahar. Merasa terombang-ambing di partai politik, secara mengejutkan ia memilih jalur perseorangan. Asnawi dianggap memberikan influence (pengaruh) karena dia adalah ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kandinda) Sumbar. Selama 25 tahun berkecimpung di organisasi, ia juga merupakan ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia (DPP ASITA).

”Yang paling penting adalah membangun kota berdasarkan keinginan rakyatnya. Pemimpin kali ini bukanlah mereka yang pandai sendiri akan tetapi pemimpin yang mampu mendengarkan rakyatnya, mengerjakan apa yang diinginkan rakyatnya ketika terpilih,” jelas Asnawi.

Sementara, dari kawasan Kuranji, ada nama Syamsuar Syam yang bermodalkan 53.000 dukungan masyarakat yang tersebar di 11 kecamatan, optimistis bisa membawa perubahan di kota ini. Syamsuar yang berpasangan dengan Mawardi Nur ini juga ketua KAN Kuranji berpotensi menambah suaranya. ”Sudah waktunya orang Kuranji mendukung mamaknya untuk memimpin kota ini,” katanya.

Tidak jauh beda dengan Asnawi Bahar, Kandris Asrin juga telah malang melintang di dunia organisasi. Ia merupakan mantan ketua KNPI Sumbar, selain itu ia juga pengusaha developer di provinsi tetangga Riau. Berpasangan dengan akademisi Indra Dwipa, Kandris juga kader partai yang merasa dikecewakan oleh partai politik, sehingga memilih maju di jalur independen. ”Tidak pastinya parpol, itu tidak masalah, toh saya juga sudah maju melalui jalur independen,” kata Kandris.

Sosok lain, Desri Ayunda, pernah menghiasi media massa Sumbar saat isu spin off (pemisahan) PT Semen Padang dengan Cement Mexico (Cemex) di akhir 90-an. Saat itu, Direktur Utama PT Igasar ini, menjabat Kepala Humas PT. Semen Padang yang menjadi sosok pencari jalan keluar dari persoalan. Mengandeng guru besar Universitas Andalas (Unand) Prof James Hellyward, Desri datang menawarkan sejumlah agenda perubahan.

Notaris Indra Jaya, secara mengejutkan juga masuk ke arena Pilkada melalui jalur perseorangan.  Dikenal sebagai buya kondang, Indra “Buya Ije” dinilai representative pemuda yang jauh dari lingkungan pemerintahan saat ini. Alumni Pilkada 2008, Ibrahim seorang akademisi pejuang kaum Dhuafa.  Ia tengah mempersiapkan agenda perubahan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang.

Senator DPD-RI, Afrizal yang juga ketua Partai Gerindra Padang ini, dinilai memiliki pendukung fanatik. Ketua Forum Warga Kota (FWK) ini pernah menjadi kesayangan pedagang Pasar Raya Padang ini, pastinya akan membawa agenda berbeda dengan pemerinthan saat ini.

Satu-satunya perempuan yang berpotensi maju di Pilkada Padang adalah nama Emma Yohana. Aktif sebagai aktivis semenjak di bangku perkuliahan, saat ini ia juga pejuang perempuan dengan berbagai organisasi. Sebagai anggota DPD-RI, Emma diprediksi bisa menjadi kuda hitam yang layak dipertimbangkan para pesaingnya.

Pengusaha keturunan, Feriyanto Gani yang masih menjadi perdebatan di berbagai kalangan apakah kota Padang sudah layak dipimpin warga Tionghoa.  Melihat keseriusannya dan jabatannya sebagai bendahara DPD Demokrat Sumbar, pria ini tidak bisa dianggap remeh. Ia juga tengah mengandeng sekretaris DPC Partai Demokrat Padang, Masrizal ”Mamak” untuk diusung penuh oleh partai berlambangkan bintang mercy itu.

Ketua DPC PBB, Zulkifli Aziz, merupakan kader partai Islam yang bisa saja diusung koalisi Bintang-Golkar. Ketua umum alumni Fakultas Ilmu Budaya Unand, telah menyiapkan sejumlah agenda untuk membangun kota. Kader PBB ini meyakini dia akan membawa perubahan yang berarti untuk kota Padang. ”Kemantapan niat harus diwujudkan dengan menjadi calon walikota Padang,” katanya.

Direktur InCoSt, Erizal mengatakan, Pilkada Padang bisa saja bertemakan lanjutkan (berpengalaman) melawan perubahan, atau kemapanan melawan perubahan. ”Satu hal yang menarik, tingkat konsistensi pemilih Padang masih relatif rendah (31,1 persen). Artinya, dinamika politik Pilkada masih tinggi,” katanya. (cr21)

 

Add comment

Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh posmetropadang.com


Pasal Sanggahan (Disclaimer):
posmetropadang.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya posmetropadang.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca. Data dan/atau informasi yang tersedia di posmetropadang.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, posmetropadang.com dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan posmetropadang.com


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >